Dendam masa lalu akibat kekalahan di pilgub DKI 2017, bertemu dengan kecemasan oligarki dan pejabat rakus istana, maka jadilah kemudian sebuah upaya sistematis untuk menjatuhkan Anies.
Operasi intelejen demi kepentingan presiden yang didukung oligarki satu persatu pun mulai dilakukan. Polanya sangat kasar dan kotor dan sudah bisa ditebak.
Deklarasi seolah – olah pun mulai mereka ciptakan dan dalam Deklarasi seolah – olah itu mereka ciptakan kesan tidak baik terhadap Anies.
Seperti yang dilakukan oleh kelompok bernama FPI Reborn, dengan menenteng bendera bertuliskan kalimat tauhid yang mereka framing sebagai penganut khilafah.
Tak lama setelah itu secara berjamaah dimunculkan gambar – gambar itu melalui media sosial dan media mainstream yang sudah terbeli. Mereka ciptakan narasi bahwa Anies penganut paham khilafah, Anies didukung oleh kelompok garis keras yang akan mendirikan khilafah, dan fitnahan – fitnahan lain yang keji.
Framing mereka tentang Anies ternyata gagal total tertutup dengan prestasi dan kesuksesan Anies. Rakyat tak percaya dengan rekayasa – rekayasa yang mereka mainkan.
Apakah mereka lalu menyerah? Ternyata mereka tetap berupaya untuk menjatuhkan Anies. Setelah kegagalan di skenario pertama, maka rencana kedua dijalankan, maka dibuat lah deklarasi kembali dukungan terhadap Anies dengan nama Majelis Sang Presiden.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi