Mereka mengaku terdiri dari kelompok eks HTI, eks napiter dan eks FPI.
“Ini kumpulan dari komunitas apa ya, ini bisa dikatakan seperti yang tadi. Bapak ini dari eks napiter, saya sendiri dari eks HTI ada juga sebagian dari simpatisan FPI, bukan mewakili ya, mereka perseorangan,” ujar pria yang mengaku sebagai eks anggota FPI, Alif Akbar, di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022).
Tak lama setelah dukungan palsu dan fitnah itu dideklarasikan, setelah itu muncul aktor-aktor yang selama ini memang aktif ditugaskan untuk mendiskreditkan Anies, unggahan Eko Kuntadhi dan gerombolannya pun ramai mewarnai media sosial.
BACA JUGA: Jokowi Beri Dukungan Anies
Langkah Anies yang semakin manies dalam membangun kepercayaan masyarakat Indonesia ternyata membuat mereka kalap dan semakin beringas. Demokrasi kita ternodai oleh ulah segelintir pencari nafkah yang dipiara oleh pejabat kotor dan oligarki.
Gerakkan para buzzer pengkhianat Reformasi ini sudah bisa ditebak, mereka bekerja untuk siapa. Karena foto – foto mereka juga jelas beredar di media sosial bersama calon presiden lain yang tentu bagian dari oligarki yang akan menjarah ibu pertiwi.
Serangan terhadap Anies tentu akan semakin liar dan menghalalkan segala cara, sehingga dibutuhkan energi yang kuat dan terukur menghadapi mereka.
Bagi relawan Anies, langkah Anies yang semakin manis ini harus diimbangi dengan kecerdasan politik.
Kecerdasan dimana dalam menghadapi serangan yang liar ini dilakukan dengan cara cara yang baik, menyajikan fakta dan data dan tentu tidak dengan emosional dan kasar, sebagaimana cara cara kotor yang mereka lakukan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi