Tetapi, Jokowi tidak pernah disebut sebagai Little Sukarno. Dalam beberapa kasus justru kebijakan Jokowi dianggap tidak sesuai dengan cita-cita Bung Karno. Sebaliknya kebijakan Jokowi disebut lebih berpihak kepada ‘’wong gede’’ orang besar pemilik modal, ketimbang berpihak kepada wong cilik. Jokowi malah pernah disebut sebagai ‘’Little Soeharto’’ karena fokusnya kepada pembangunanisme mengalahkan komitmennya kepada wong cilik.
Salah satu contoh paling nyata adalah lahirnya Undang-Undang Ciptakerja, Omnibus Law, yang didesain untuk menciptakan atmosfer investasi yang lebih nyaman bagi para pemilik modal asing. Untuk menciptakan kemudahan bagi modal asing undang-undang ini banyak mengorbankan kepentingan buruh dan tenaga kerja kelas bawah.
Undang-undang ini ditentang keras dan digugat oleh para buruh, tetapi pemerintah bersikukuh mempertahankannya. Undang-undang ini memperhadapkan langsung pemerintah dengan para buruh yang menjadi representasi wong cilik. Keputusan Mahkamah Konstitusi bahwa undang-undang ini bertentangan dengan konstitusi tidak digubris oleh pemerintah.
BACA JUGA: Who Are We
PDIP sebagai the ruling party mulai risau dengan keadaan ini. Identitasnya sebagai partai wong cilik banyak dipertanyakan orang. Cara pemerintah mengatasi krisis minyak goreng yang berkepanjangan sampai sekarang juga menunjukkan tidak jelasnya komitmen pemerintah terhadap kepentingan wong cilik. Dalam krisis minyak goreng terlihat bahwa pemerintah lebih memikirkan kepentingan para pemilik modal dan pemilik alat-alat produksi di industri sawit.
PDIP sebagai pemilik otoritas yang kemudian memberikan mandat kepada Jokowi sebagai petugas partai mulai berpikir keras bagaimana caranya mengembalikan citra partai sebagai partai wong cilik. Ada upaya untuk menarik kembali mandat itu dengan cara menentukan sendiri siapa calon presiden yang bakal menggantikan Jokowi pasca-2024.
Sebagai sang empunya mandat PDIP merasa punya hak sepenuhnya untuk menentukan jagonya sendiri. Tetapi, Jokowi sebagai pemegang mandat punya skenario yang berbeda dengan PDIP. Jokowi diperkirakan sudah mempersiapkan jagonya sendiri dan bersiap-siap untuk menghadapi segala kemungkinan, termasuk berhadapan langsung dengan PDIP pada palagan 2024.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi