Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 21:42 WIB
Surabaya
--°C

Juarai French Open, Penegasan Nadal Sebagai Raja Grand Slam

PARIS-KEMPALAN: Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Begitulah penggambaran dari sosok petenis Spanyol Rafael Nadal. Di usianya yang saat ini menginjak 36 tahun, Nadal masih mampu memenangi turnamen Grand Slam.

Terbaru, dia menjuarai French Open setelah mengalahkan Casper Ruud 6-3, 6-3, 6-0 dalam duel final, Minggu petang (5/6). Gelar tersebut menjadi gelar juara ke-14-nya dalam turnamen French Open sekaligus menjadikannya sebagai juara tertua di ajang tersebut.

Tak hanya itu. Gelar juara French Open juga semakin mengukuhkan status dirinya sebagai sosok petenis raja Grand Slam. Juara French Open tahun ini jadi gelar juara Grand Slam-nya yang ke-22 kali.

BACA JUGA: Ulang Tahun yang ke-36 Tahun, Rekor Ini yang Jadi Kado untuk Nadal

Nadal meninggalkan dua kompetitornya sesama petenis anggota Big Three, Novak Djokivic dan Roger Federer. Nadal memenangi 22 kali gelar juara Grand Slam dari 64 laga sepanjang karirnya di dunia tenis.

BACA JUGA  Adopsi Sukses IVCA Rally 2026, Bumi Jenggolo III Siap Guncang Sidoarjo dengan 10 Ribu Onthelis Mancanegara

Baik Nole (sapaan akrab Djokovic) ataupun Federer sama-sama baru memenangi 20 kali Grand Slam. Djokovic memenangi 20 gelar dari 66 pertandingan yang dia jalani. Sedangkan Federer 20 kali dari 80 kali bertanding.

Kini, Nadal pun sudah membidik gelar juara yang ke-23 dalam ajang Grand Slam. Tepatnya saat ajang turnamen Wimbledon, 27 Juni mendatang. Meski dia mengakui belum tentu dia bisa turun di turnamen tersebut.

’’Aku akan pergi ke Wimbledon apabila tubuhku sudah siap untuk berada di sana (Wimbledon). Aku tak ingin melewatkan turnamen ini,’’ kata Nadal. Dia masih menunggu kondisinya lututnya terlebih dahulu.

BACA JUGA: Nadal Menuju Final French Open Terakhir

BACA JUGA  Haramkan Dosen dan Tendik: Unesa Putar Balik Tradisi Kurban, Prioritas Mutlak Wong Cilik dan Mahasiswa Rantau

Karena Wimbledon dia anggap sebagai turnamen prioritas pertama, disuntik injeksi pun dirinya sudah siap agar tak merasakan sakit di lututnya. Hanya, dia mengharap kondisinya lebih baik di saat turnamen itu berlangsung.

Seperti yang dia jalani di Roland Garros. ’’Aku tidak ingin menempatkan diriku dalam posisi itu lagi. Itu bisa terjadi lagi, tetapi sekali lagi tidak. Itu bukan filosofi hidup yang ingin aku ikuti,’’ sambung Nadal.

’’Mari kita lihat. Aku selalu jadi orang yang positif dan selalu berharap segala sesuatunya dapat berjalan dengan cara yang benar. Mari kita percaya diri, mari bersikap positif dan mari kita lihat apa yang akan terjadi,’’ tegasnya. (Reuters, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.