PARIS-KEMPALAN: Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Begitu peribahasa yang cocok diberikan kepada petenis Spanyol, Rafael Nadal. Ketika usianya bertambah dan menapaki umur yang ke-36 tahun, Jumat petang (3/6), Nadal mencatatkan performa gemilang di dalam semifinal French Open 2022.
Bertanding di Roland Garros, Paris, Nadal menyingkirkan petenis Jerman Alexander Zverev 7-6 (10-8) 6-6. Dalam pertandingan yang berjalan sampai tiga jam itu, kemenangan Nadal ditentukan cedera yang dialami Zverev.
BACA JUGA: Nadal Menuju Final French Open Terakhir
Sehingga, Zverev tidak mampu melanjutkan pertandingan kembali dan Nadal mendapatkan kado bagus dalam hari ulang tahunnya kali ini. Kado tersebut berupa tiket lolos ke final French Open yang ke-14 sepanjang karirnya itu.
Bukan hanya itu. Nadal pun juga mampu mencatatkan rekor yang tidak biasa dalam turnamen French Open kali ini. Namanya pun tercatat sebagai petenis single tertua kedua yang mampu melangkah ke partai final French Open sepanjang sejarah.
Nadal hanya kalah tua dibandingkan petenis berkebangsaan AS Bill Tilden yang melangkah ke final French Open pada edisi 1930 silam. Atau sudah terjadi hampir seabad yang lalu. Nadal pun berpotensi jadi juara French Open tertua sepanjang sejarah.
BACA JUGA: Dicari: Pemutus Tren Kemenangan Rafael Nadal
Sebab, ketika Tilden melangkah ke final edisi 1930 itu, dia hanya mampu mengakhiri perjalanan di turnamen tanah liat tersebut sebagai runner up. Sedangkan, Nadal berpeluang memenanginya musim ini.
Apalagi calon lawan yang akan dia hadapi dalam final nanti bukan seeded papan atas. Dia sudah ditunggu antara petenis unggulan kedelapan asal Norwegia Casper Ruud atau petenis unggulan ke-20 dari Kroasia Marin Cilic.
’’Sulit untuk berkata banyak dalam momen seperti ini. Bagiku berada dalam final Roland Garros lagi adalah sebuah mimpi tetapi pada saat yang sama aku mengakhirinya dengan kurang bagus,’’ tutur Nadal.
Cedera yang dialami Zverev jadi ganjalan di balik kemenangan Nadal ini. Zverev bahkan harus berjalan meninggalkan lapangan dengan menggunakan kruk. ’’Aku berada di ruangan yang kecil bersama Sascha (panggilan akrab Zverev) dan melihatnya menangis adalah momen yang sulit,’’ sambungnya. (BBC Sport, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi