MONTMELO-KEMPALAN: Jangan terlalu cepat bersenang-senang saat tugas belum selesai. Mungkin itu yang jadi pelajaran bagi pebalap Aprilia Racing Aleix Espargaro ketika kehilangan peluang naik podium dalam Gran Premi Monster Energy de Catalunya, di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo, Minggu malam (5/6).
Aleix yang mengawali balapan dari pole position tersebut harusnya bisa finis di belakang Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha). Sayangnya ketika balapan masih menyisakan satu lap, dia malah mengurangi kecepatan dan melambaikan tangannya ke arah tribun penonton.
Seolah-olah dia sudah mampu mengemas 20 poin setelah sukses finis di podium kedua. Namun, Aleix kemudian malah disalip oleh dua pebalap dari tim Pramac Racing Jorge Martin dan Johann Zarco.
Aleix baru tersadar dengan blunder fatalnya itu setelah disalip pebalap Suzuki Ecstar Joan Mir dengan kecepatan tinggi yang disusul Luca Marini. Aleix hanya bisa mengejar ketertinggalannya dari Marini dan finis di belakang Martin, Zarco, dan Mir.
Dengan finis di posisi kelima alhasil Aleix membuang sembilan poin. Dia harusnya mengantongi 20 poin sebagai runner up, harus puas mengakhiri balapan di GP Catalunya ini dengan memetik 11 poin saja.
Kesalahan konyol Aleix itu bermula dari hal yang sederhana, dia lupa sistem registrasi final lap di Catalunya adalah nol. Bukan satu. Makanya, ketika dia melihat angka satu, dia mengira sudah memasuki lap terakhir. Padahal, angka satu menunjukkan bahwa balapan masih menyisakan satu lap.
’’Maaf, satu-satunya yang bisa aku katakan hanyalah maaf,’’ kata Aleix setelah balapan. Pebalap yang merupakan kakak kandung dari pebalap Repsol Honda Team Pol Espargaro itu mengakui kesalahannya.
’’Yang pertama, papan pitku terlalu dekat dengan tikungan pertama. Sehingga aku tidak punya banyak waktu untuk melihat lap dan jarakku dengan Martin,’’ ungkap pebalap yang berusia 32 tahun itu.
Berawal dari situlah Aleix melakukan kesalahan fatal tersebut. ’’Untuk melihat jumlah lap yang tersisa, aku melihat menara waktu dan aku melihat “L1”. Jadi aku melakukan satu putaran. Aku tidak ingat kalau di sini, di Barcelona, putaran terakhir adalan nomor nol. Bukan satu,’’ sesalnya.
Lucunya, Zarco yang menuai keuntungan dari blunder kepagian ala Aleix tersebut sempat tidak mengerti dengan tindakan Aleix saat itu. ’’Aku mengira ada mechanical problem dengan motor yang dia tunggangi. Tapi ternyata dia berselebrasi. Situasi yang menguntungkanku,’’ tutur Zarco. (Motorsport, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi