Menu

Mode Gelap

kempalansport · 11 Apr 2022 06:53 WIB ·

Setelah Menaklukkan Balapan di COTA, Ternyata Bastinaini Nyidam Makanan Ini


					Pebalap Gresini Racing Team MotoGP Enea Bastinaini setelah memenangi Grand Prix America (11/4). (Foto: MotoGP) Perbesar

Pebalap Gresini Racing Team MotoGP Enea Bastinaini setelah memenangi Grand Prix America (11/4). (Foto: MotoGP)

AUSTIN-KEMPALAN: Seperti yang sudah diprediksi sebelum balapan, satu dari lima pebalap dari tim Ducati pasti bakal menjadi pemenang dalam Grand Prix Amerika yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin.

Bukan Jorge Martin (Gresini Racing MotoGP) si pemilik pole position yang jadi pemenang saat balapan Senin dini hari (11/4). Melainkan rekan setim Martin, Enea Bastianini yang bisa merebut status sebagai rajanya COTA musim ini.

BACA JUGA: Ngeri, Lima Besar GP America Didominasi Lima Ducati

Bastianini mencatatkan putaran tercepatnya di 41 menit 23,111 detik. Pebalap berkebangsaan Italia itu meninggalkan pebalap dari tim Suzuki Ecstar Alex Rins di tempat kedua dengan selisih 2,058 detik.

Bagi pebalap yang berusia 24 tahun itu, kemenangan di COTA ini jadi kemenangan keduanya di dalam balapan MotoGP musim ini. Sebelumnya, Bastianini memenangi seri balapan pembuka di Losail International Circuit dalam Grand Prix Qatar, 6 Maret lalu.

BACA JUGA: Wonderful Indonesia Berkibar Bersama Enea Bastianini

Dua kali kemenangan itu melesatkan namanya sebagai pemuncak klasemen pembalap MotoGP musim ini dengan koleksi 61 poin. Bastianini meninggalkan Aleix Espargaro (Aprilia Racing) yang baru mengumpulkan 45 poin.

Diakui Bastianini, Rins yang jadi patokannya saat mengatur posisi dengan Rins. Terutama ketika dia memutuskan untuk mengambil alih posisi terdepan dari sesama pebalap Ducati Jack Miller dalam lima putaran terakhir.

BACA JUGA: Sosok Ini Yang Dianggap Bastianini Berperan Besar dalam Karirnya di MotoGP

’’Jack mengatur kecepatannya dengan sangat solid. Tetapi di tengah balapan ketika aku melihat Rins mendekatiku dan mengancamku, aku pikir ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang,’’ ungkap Bastianini.

Kondisi Desmosedici GP21 yang dia tunggangi pun tidak dalam kondisi terbaik. ’’Saat itu, suhu ban depanku sudah sangat tinggi. Jadi aku menyerang seperti orang gila sebelum akhirnya di sini di Amerika aku bisa mendapatkan kemenangan yang luar biasa,’’ sambung Bastinaini.

Bagi Bastinaini, menaklukkan COTA adalah salah satu kebanggaan terbesar baginya. Karena dia sangat menyukai trek di sirkuit ini. Setelah balapan, dia pun mengungkapkan bahwa sebelum balapan dia berharap bisa membeli makanan di sekitar COTA. ’’Sekarang saatnya aku membeli burger,’’ kelakarnya lalu tertawa. (Paddock GP, Yunita Mega Pratiwi)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Thailand atau Malaysia? Ketua Umum PSSI: Siapapun Lawannya Harus Dikalahkan

16 Mei 2022 - 10:24 WIB

Desain 2010 dan 2018 JIS itu Beda, Keduanya Rancangan Kami

16 Mei 2022 - 08:16 WIB

Juara Thomas Cup, India Catatkan Rekor Baru

15 Mei 2022 - 22:07 WIB

Inilah Tim-tim yang Lolos ke Final Porprov VII Jatim 2022 di Bondowoso, Jember, Lumajang dan Situbondo

15 Mei 2022 - 15:27 WIB

Mahasiswa Hukum UBAYA Seraf Naro Siregar Raih Emas SEA Games 2021, Rektor UBAYA Ucapkan Selamat

15 Mei 2022 - 13:06 WIB

Ratusan Pembalap Sepeda Ramaikan Suroboyo Race 2022

15 Mei 2022 - 12:52 WIB

Trending di kempalansport