Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 16:49 WIB
Surabaya
--°C

Setelah Menaklukkan Balapan di COTA, Ternyata Bastinaini Nyidam Makanan Ini

AUSTIN-KEMPALAN: Seperti yang sudah diprediksi sebelum balapan, satu dari lima pebalap dari tim Ducati pasti bakal menjadi pemenang dalam Grand Prix Amerika yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin.

Bukan Jorge Martin (Gresini Racing MotoGP) si pemilik pole position yang jadi pemenang saat balapan Senin dini hari (11/4). Melainkan rekan setim Martin, Enea Bastianini yang bisa merebut status sebagai rajanya COTA musim ini.

BACA JUGA: Ngeri, Lima Besar GP America Didominasi Lima Ducati

Bastianini mencatatkan putaran tercepatnya di 41 menit 23,111 detik. Pebalap berkebangsaan Italia itu meninggalkan pebalap dari tim Suzuki Ecstar Alex Rins di tempat kedua dengan selisih 2,058 detik.

Bagi pebalap yang berusia 24 tahun itu, kemenangan di COTA ini jadi kemenangan keduanya di dalam balapan MotoGP musim ini. Sebelumnya, Bastianini memenangi seri balapan pembuka di Losail International Circuit dalam Grand Prix Qatar, 6 Maret lalu.

BACA JUGA  Sukses Rebut Juara Umum Arung Jeram Piala Wali Kota 2026: Dominasi yang Membuka Jalan Menuju Porprov X 2027

BACA JUGA: Wonderful Indonesia Berkibar Bersama Enea Bastianini

Dua kali kemenangan itu melesatkan namanya sebagai pemuncak klasemen pembalap MotoGP musim ini dengan koleksi 61 poin. Bastianini meninggalkan Aleix Espargaro (Aprilia Racing) yang baru mengumpulkan 45 poin.

Diakui Bastianini, Rins yang jadi patokannya saat mengatur posisi dengan Rins. Terutama ketika dia memutuskan untuk mengambil alih posisi terdepan dari sesama pebalap Ducati Jack Miller dalam lima putaran terakhir.

BACA JUGA: Sosok Ini Yang Dianggap Bastianini Berperan Besar dalam Karirnya di MotoGP

’’Jack mengatur kecepatannya dengan sangat solid. Tetapi di tengah balapan ketika aku melihat Rins mendekatiku dan mengancamku, aku pikir ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang,’’ ungkap Bastianini.

BACA JUGA  Panggung Setara Para Juara: PORKAB Disabilitas Sidoarjo 2026 Menembus Batas Dunia

Kondisi Desmosedici GP21 yang dia tunggangi pun tidak dalam kondisi terbaik. ’’Saat itu, suhu ban depanku sudah sangat tinggi. Jadi aku menyerang seperti orang gila sebelum akhirnya di sini di Amerika aku bisa mendapatkan kemenangan yang luar biasa,’’ sambung Bastinaini.

Bagi Bastinaini, menaklukkan COTA adalah salah satu kebanggaan terbesar baginya. Karena dia sangat menyukai trek di sirkuit ini. Setelah balapan, dia pun mengungkapkan bahwa sebelum balapan dia berharap bisa membeli makanan di sekitar COTA. ’’Sekarang saatnya aku membeli burger,’’ kelakarnya lalu tertawa. (Paddock GP, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.