JAKARTA-KEMPALAN: Semakin berkembangnya transaksi digital yang terjadi di Indonesia membuat metode pembayaran digital dengan menggunakan paylater diprediksi akan terus tumbuh dari tahun-tahun sebelumnya.
Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), telah memprediksikan pengguna dari paylater di 2024 akan meningkat sampai 200 persen dibandingkan dengan Kuartal I-2022.
Namun, penduduk Indonesia sebanyak 47 juta masih berstatus sudah memiliki rekening bank dan belum memiliki fasilitas pinjaman kredit yang bisa ditargetkan oleh penyedia paylater atau biasa disebut dengan underbank.
“Saya melihat hingga tahun 2024 bahwa kalau paylater akan meningkat sebanyak 200 persen atau dua kali lipat dari kondisi eksisting yang dimulai dari tahun 2022 pada kuartal I,” ujar Bhima pada hari Kamis di konferensi pers virtual.
Menurut survei Katadata dan Kredivo, per Maret 2022 metode pembayaran favorit ketiga di e-commerce setelah e-wallet dan transfer bank akan jatuh pada paylater.
Dalam satu tahun terakhir, responden yang menggunakan metode pembayaran paylater ini adalah sebanyak 38 orang. Angka tersebut meningkat 28 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sebanyak 95 persen responden dengan penuh kesadaran menggunakan paylater sebagai metode pembayaran untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan 5 persen lainnya beralasan hanya sekadar coba-coba.
Dari survei tersebut ia berpendapat bahwa paylater sebagai salah satu metode pembayaran harus wajib ada di edutedch, e-commerce, hingga healthtech.
“Jika dalam membeli suatu barang tidak ada fitur paylaternya, akan dianggap ketinggalan dan kemudian ditinggalkan karena fasilitasnya yang kurang lengkap. Ini fitur yang sudah wajib ada saat ini,” jelasnya.
Paylater tumbuh lebih tinggi bahkan mengalahkan pertumbuhan dari pengguna kartu kredit. Per Maret 2022 pengguna paylater mengalami pertumbuhan sebesar 38 persen, sedangkan pengguna kartu kredit hanya tumbuh sebesar 6 persen.
“Ke depannya pengguna paylater akan terus meningkat dan yang paling mengejutkannya pengguna paylater naik jauh melampaui pengguna dari kartu kredit,” ucapnya.
Bhima juga mengatakan bahwa layanan digital keuangan dapat berperan sebagai penetrasi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Kompas/CNN, Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi