Kamis, 23 April 2026, pukul : 08:46 WIB
Surabaya
--°C

Semua Mau Jadi Presiden 

Semuanya mengemukakan alasan, perpanjang demi kesinambungan penanganan Covid19 di Tanah Air dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Ingat yang saya sebut tadi “pemahaman baru” ? Geger yang timbul kemungkinan besar memang bagian dari strategi demi mendulang suara untuk kebutuhan dicatat polling. Sebab semua yang menyuarakan itu adalah tokoh-tokoh yang ngebet mau jadi presiden. Semuanya juga
melekat dalam pemerintahan Jokowi. Yang selama ini sudah bekerja menjalankan program-program berdasar hanya visi Presiden . Kampanye Airlangga Hartarto memfokuskan klaim keberhasilan menangani Covid19. Soal pertumbuhan ekonomi, diganbarkan begini: ” Indonesia Ranking 1 pertumbuhan ekonomi”. Tak lupa sebagai ketua KPC PEN, pihaknya pun mengklaim sudah mengeluarkan bantuan Rp. 1.776,27 T untuk penanggulangan pandemi.

BACA JUGA: Salat Dhuhur dan Jadi Imam di Masjid Seharga 85 Miliar

“Anggaran bantuan terbesar sepanjang sejarah RI,” tulisnya di flyer bergambar dirinya.
Program PEN itu juga diklaim ” telah menyelamatkan 88,42 juta orang nggak jadi nganggur”. Memang betuk ada kesulitan kita mencerna pesan-pesan tersebut sebab, kita semua tahu,
krisis minyak goreng sampai menelan dua korban tewas akan menjadi jejak digital kekacauan kabinet, khususnya menteri bidang ekonomi. Rakyat cukup dibagi uang Rp.300 ribu, dianggap urusan selesai.

Mestinya Jokowi tinggal duduk manis, tenang-tenang merancang rencana ke depan setelah lengser. Santai saja seperti Menteri BMUN, Erick Thohir yang memasang fotonya di mana-mana, walau pun BUMN banyak masalah, dan menderita kerugian besar. Atau Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga mengklaim keberhasilan sektor pariwisata. Dan, Prabowo Subianto yang tetap memelihara harapan untuk menjadi RI 1.

Belum lagi Puan Maharani, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Andhika Pratama, La Nyalla Mattalitti, dan banyak lainnya yang dicatat oleh lembaga survey diunggulkan menjadi Pemimpin Bangsa yang akan datang. Jokowi tidak usah gundah. Bekerja saja dengan baik memimpin kabinet supaya Husnul Khotimah. Itu sudah sama artinya Jokowi menaruh telur di dalam banyak keranjang. Siapapun yang terpilih akan mengenangnya dan hakul yakin semua proyek yang ditinggalkan akan lanjut, kalau tersedia cukup anggaran. Jangan lupa pula kiprah
Luhut Binsar Panjaitan. Jabatannya sudah ditumpuk di 12 lembaga. Terbaru menangani urusan Minyak Goreng.

Pendeknya, siapapun yang jadi Presiden RI, mestinya Indonesia akan baik-baik saja. Selebihnya, tinggal menunggu keputusan Tuhan dan rakyat.

Saya kira rakyat sudah cukup pengalaman dan matang setelah berkali – kali mengikuti Pemilu dan Pilpres. Niscaya mereka pun sudah paham ada dua golongan yang tidak boleh dipercaya jadi pemimpin. Yang pertama, “yang tidak mau”. Dan, yang kedua : “yang terlalu mau”. Tinggal ingat saja pesan bijak siaran TVRI di zaman dulu dalam setiap kali siaran iklan.

“Banyak penawaran, teliti sebelum membeli”. Setuju? (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.