SURABAYA-KEMPALAN: Tidak hanya orang yang harus cerdas. Ternyata, sebuah kota pun harus cerdas sehingga dapat dimasukkan dalam kategori Kota Cerdas atau Smart City. Untuk menuju Kota Cerdas tentunya penggunaan teknologi informasi tidak boleh ketinggalan. Berdasarkan latar belakang ini, Prodi Teknik Informatika Universitas Surabaya (Ubaya) akan menggelar Talk Show dengan tema Smart City. Kegiatan yang merupakan salah satu dari rangkaian acara memeriahkan 35 Tahun Fakultas Teknik Ubaya ini akan diselenggarakan pada tanggal 8 Juni 2022 di Grand City Surabaya.
Ketua panitia Arizia Aulia Aziiza menjelaskan bahwa acara ini bertajuk Cangkruk Bareng GenZ dengan tema Building Smart City: Are We Ready”. “Smart city adalah tema yang sangat menarik untuk dibicarakan. Bukan hanya di kalangan pemerintahan atau akademis, tetapi juga di kalangan remaja atau GenZ. Nantinya GenZ ini yang akan membuat lompatan-lompatan kemajuan teknologi, termasuk untuk pengembangan Smart City.”, ujar Icha panggilan akrab Arizia Aulia Aziiza.

Panitia sengaja memilih bentuk acara cangkruk yang merupakan istilah Jawa Timur, khususnya Surabaya, untuk pertemuan santai membicarakan apa saja tanpa ada hirarki. “Bentuk ini dipilih karena kegiatan Talkshow bertempat di surabaya dan juga agar kegiatan talkshow lebih santai, dan melibatkan peserta untuk aktif dalam diskusi. Sasaran peserta adalah GenZ. Tujuannya adalah agar GenZ dapat memahami apa sih yang dimaksud dengan smart city, bagaimana implementasinya sekarang ini dan bagaimana nantinya mereka dapat berpartisipasi untuk pengembangan smart city. Diharapkan GenZ tidak hanya duduk dan mendengar, tetapi turut serta menyampaikan ide-idenya. Mereka lah nantinya yang akan berperan besar untuk kemajuan kota ini”, Icha menambahkan.
Pada talk show ini akan dihadirkan Agus Imam Sonhaji, sebagai nara sumber utama. Agus Imam Sonhaji, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah (Dispendukcapil) Kota Surabaya, merupakan sosok yang tepat dalam tema Smart City ini. Sebelum menjabat sebagai Kepala Dispendukcapil, Agus Imam Sonhaji pernah menjabat Kepala Bagian Bina Program, Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Bappeko Kota Surabaya. Pembicara lainnya adalah Daniel Hary Prasetyo, dan Daniel Soesanto, yang merupakan dosen Teknik Informatika Ubaya. Ke dua pembicara ini juga merupakan konsultan e-government & smart city serta anggota Tim Pengembang Government Resource Management System yang banyak berkutat dalam pengembangan software dan aplikasi Smart City.
“Smart City dapat diartikan secara singkat sebagai kota yang dapat melakukan pengelolaan operasional dengan cara yang cerdas, yang artinya efisien namun tetap efektif dalam penyelesaian berbagai hal dengan menggunakan teknologi informasi. Bukan hanya cerdas dalam operasional internal pemerintahan kota, tetapi juga cerdas dalam pelayanan ke masyarakat. Pengalaman yang dimiliki oleh Pak Agus Imam Sonhaji akan sangat menarik untuk disampaikan ke para GenZ. Meskipun sebagian contoh implementasi yang akan diangkat nantinya adalah tentang kota Surabaya, tetapi pasti bermanfaat juga untuk peserta dari kota-kota lain.”, kata Daniel Soesanto.
Selain menggelar talk show, Teknik Informatika Ubaya juga menyelenggarakan lomba video kreatif bertajuk TikTok Smart City Challenge dengan tema Smart City Dalam Imajinasiku. Lomba ini akan diikuti oleh pelajar SMP/SMA/SMK sebagai ajang penyaluran ide-ide kreatif. Peserta dapat membuat video tentang harapan atau impian untuk kota cerdas yang menerapkan unsur teknologi.
“Lomba ini dapat diikuti oleh para pelajar dengan membuat video TikTok tentang Smart City. Kegiatan ini merupakan serangkaian acara dengan Talk Show Cangkruk bareng GenZ. Melalui lomba ini Teknik Informatika Ubaya menyediakan ajang untuk berkreasi. Pelajar ditantang untuk menampilkan kreativitas mereka melalui video. Karena itu tajuk lomba ini adalah TikTok Smart City Challenge”, jelas Icha, ketua panitia.
Icha juga menjelaskan bahwa panitia sengaja memilih bentuk karya berupa video TikTok. Karena, TikTok merupakan aplikasi yang familiar bagi remaja sekarang ini. Cukup banyak para remaja yang menggunakan tiktok sebagai hiburan, promosi produk, membuat cover dance, dan banyak aktifitas lainnya. Kreativitas para pelajar dapat tergali melalui media ini. Sehingga, tiktok merupakan sarana yang tepat untuk menyalurkan kreatifitas dari pelajar.
“Tema video yang ditentukan adalah Smart City dalam Imajinasiku. Nah, melalui tema ini diharapkan para pelajar berkreasi dan menyampaikan ide-ide terkait smart city yang ada dalam benak mereka. Peserta melihat smartcity dalam imajinasinya serta menunjukkan harapan kota cerdas atau smart city dalam bentuk video yang menarik dan khas anak muda. Batas akhir unggah video adalah tanggal 10 Juni 2022 dan pengumuman pemenang pada tanggal 11 Juni 2022”, pungkas Icha. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi