KEMPALAN: Senin (30/5), tampaknya menjadi hari baik bagi belasan wartawan Indonesia yang memenuhi undangan peringatan Hari Wartawan Nasional Malaysia, di Melaka, Minggu (29/5) lalu. Esoknya, 15 Pemimpin Redaksi media pers Indonesia itu ditraktir bersantap durian produksi lokal Malaysia oleh Perdana Menteri Ismail Sabri Yaacob. Bayangkan duriannya: Musang King dan varian unggulan buah berduri itu lainnya.
“Pesta durian” berlangsung di teras lantai 1, kantor PM di Putra Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (30/5) siang. Ada empat jenis durian yang disajikan : Musang King, Durian Duri Hitam, Hoblor dan Durian Udang Merah yang di Jakarta merupakan ” barang mewah” dan mahal. Itupun yang dijual di Tanah Air kebanyakan jenis beku ( prozen). Yang harga per box, berat 400 gram, Rp.400- 500 ribu.
Untuk “pesta ” durian itu didirikan tenda khusus memayungi beberapa dan kursi untuk tamu undangan. Durian dihidangkan dalam posisi amat menggoda. Kulitnya sengaja dikupas separuh sehingga menampakkan biji-biji durian yang mengkilat, yang warnanya kuning keemasan.
Di belakang, tampak berjejer keranjang berisi puluhan buah durian “fresh” yang masih utuh sebagai “back up.”. Tak salah kalau dikatakan seperti pesta “mandi durian”.
Durian Matang pohon
Sebelum bersantap siang, saya diam-diam survey ke sana. Alhasil, saya harus membatasi menyantap menu lunch yang resmi supaya tersisa “ruang” untuk bersantap sepuasnya buah favorit itu.
Pemasok durian adalah D’King, perusahaan eksportir durian ke mancanagara termasuk Indonesia.
“Durian yang disajikan sekarang, semuanya matang di pohon, ” kata Simon Chin, pendiri dan managing director D’King, lebih meyakinkan.
Menurut data ekspor durian Malaysia ke berbagai negara sebesar 30.4 USD juta pada 2022-03. Rekor ini naik dibanding sebelumnya yaitu 27.5 USD untuk 2022-02. Ekspor ke China terbesar, 7.700 ton dengan nilai US$67 juta (Rp987 miliar ).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi