Yang disebut penembakan awal, kini juga kian jelas: Ramos menembak dua orang di dekat SD itu. Waktu itu Ramos baru saja mencerobokkan mobil pikap yang ia kemudikan di sebuah parit tak berair di sebelah SD. Di pedesaan Amerika parit itu lebih berupa cekungan tanah. Bukan parit yang ada plengsengannya.
Setelah keluar dari pikap –di Amerika disebut truk– Ramos mengambil senjata dan ransel. Ia sudah memakai rompi. Saat itu ia melihat ada dua orang muncul di jalan itu. Dari sebuah rumah perawatan mayat di dekat SD Robb. Ramos kaget. Dua orang itu juga kaget. Ramos pun menembak dua orang itu. Kena. Tapi meleset. Hanya terluka ringan. Tidak membahayakan.
Dari situ Ramos masuk ke sekolah. Menuju koridor. Lalu masuk kelas terdekat: kelas 4. Sebelum masuk kelas, kini baru lebih jelas. Meski belum jelas sekali. Guru kelas itu, Irma Garcia, melihatnya. Membuka pintu. Bicara dengannya. Ramos hanya menatap mata guru itu. Dengan tatapan yang tajam. Lalu ia mengucapkan kata ini: “Good Night!”. Dor!
Ketika Ramos menatap tajam matanyi, Garcia mundur. Akan menutup pintu kelas. Lalu menguncinya. Tapi Ramos sudah lebih dulu menguasai pintu itu. Sambil terus menatap mata Garcia. Yang diakhiri dengan ucapan “Selamat Malam!” itu. Dan dor itu.
Keterangan itu diberikan oleh saksi mata yang melihat sendiri adegan itu. Dia adalah Miah Cerrillo, siswi umur 11 tahun.
BACA JUGA: Buya Perhatian
Miah juga melihat remaja bersenjata itu menembak guru satunya lagi: Eva Mireles. Mulailah ia menembaki siswa di kelas itu.
Sebagian siswi sempat menyelinap di bawah meja –seperti latihan yang sering mereka jalani. Miah pun sempat sembunyi di balik meja.
Dia melihat remaja bersenjata itu pindah ke kelas sebelah. Melakukan hal yang sama. Miah berpikir cepat. Dia takut Si penembak kembali ke kelasnyi. Maka Miah putuskan untuk pura-pura mati. Dia menggeletakkan tubuh di lantai. Dia usapkan darah temannyi ke seluruh badannyi.
Miah sempat meraih HP guru yang tewas di sebelahnyi. Dia hubungi 911. Dia minta tolong operator: help. Hanya itu. Lalu kembali pura-pura mati. Lama sekali.
Baru itu yang terungkap. Tentu masih akan banyak lagi detik yang ditunggu.
Satu-dua hari lagi akan terungkap bagaimana adegan yang rinci di dalam kelas itu. Apa reaksi para siswa saat melihat guru mereka ditembak. Apa yang dikatakan Ramos berikutnya.
Miah melihat remaja bersenjata itu sembunyi tanpa rinci sembunyi di mana. Mungkin di balik meja juga.
Selebihnya masih gelap. Termasuk bagaimana yang 17 siswa yang masih hidup. Apakah mereka juga pura-pura mati seperti Miah.
Yang juga masih diselidiki, apakah pintu kelas itu akhirnya dikunci dari dalam. Atau di barikade dengan meja.
Kok polisi tidak bisa masuk. Kalau pun terkunci bukankah ada cara lain untuk memaksanya: didobrak.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi