LIVERPOOL-KEMPALAN: Fullback kiri Liverpool FC Andy Robertson jadi pemain paling berat bebannya dibandingkan pemain lainnya yang bertanding dalam final Liga Champions pada Minggu dini hari (29/6).
Sebab, Robertson tidak hanya berada di bawah tekanan untuk mengantarkan LFC menjuarai Liga Champions. Mengantarkan Skotlandia ke Piala Dunia 2022 juga jadi impiannya. Tiga “final” Robbo (sapaan akrab Robertson) jalani dalam waktu kurang dari sepekan.
Final pertama di Stade de France, Saint-Denis. Sedangkan “final” berikutnya dia jalani bersama Skotlandia ketika menjamu Ukraina dalam semifinal Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Hampden Park Stadium, Glasgow, Kamis dini hari pekan depan WIB (2/6).
BACA JUGA: Meski Gagal Juara, Klopp Tetap jadi Pelatih Terbaik Inggris
Laga itu berselang empat hari dari final di Stade de France. Menang dalam laga itu, maka Skotlandia berhadapan dengan Wales dalam “final” ketiga yang menentukan tiket lolos Piala Dunia 2022, Senin dini hari (6/6).
Robbo pun menyebut Si Kuping Lebar (sebutan trofi Liga Champions) artinya sama-sama penting dengan tiket Piala Dunia 2022. ’’Kami sudah siap mempertaruhkan mimpi-mimpi kami sebaik mungkin. Karena, sebagai pemain, kami pun juga ingin pergi ke Piala Dunia,’’ sebut Robbo dalam wawancara kepada BBC Sport.
Maklum, selama membela Skotlandia, Robbo belum pernah merasakan atmosfer persaingan antarnegara di Piala Dunia. Apalagi setelah bisa bertanding dalam turnamen mayor untuk kali pertama dalam Euro 2020.
Ketika itu, Robbo dkk gagal memenangi satu laga sekalipun dalam fase grup Euro 2020 dan harus tersingkir lebih awal dengan hanya mengemas satu angka dari hasil imbang melawan Inggris.
Diakui Robbo, berbeda dengan ketika LFC melawan El Real ketika mereka dihadapkan dengan tekanan dari Madridista (sebutan pendukung Real). Ketika mereka meladeni Ukraina, Robbo menyebut dia dan rekan-rekannya di Skotlandia bak sedang berhadapan dengan seluruh penjuru dunia.
Sekadar catatan, ketika Ukraina mendapat serangan dari Rusia, banyak yang mendukung agar FIFA memberikan tiket lolos ke Piala Dunia untuk The Blue and Yellow (julukan Ukraina). Itu artinya, Robbo serta Skotlandia dan Wales yang harus gigit jari karena kebijakan itu diterapkan.
’’Jika bukan kami lawannya, kami pasti akan mendukungnya (Ukraina). Apesnya, dalam posisi ini justru kami yang jadi lawannya. Kami pun sudah siap menerima tantangan ini,’’ sambungnya. (Daily Mirror, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi