Menu

Mode Gelap

kempalanews · 2 Nov 2021 20:12 WIB ·

UBAYA Dikunjungi Dirjen Dikti, Prof Nizam Bahas Matching Fund 2021


					UBAYA menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak dengan total dana yang diterima sebesar Rp. 5,4 miliar. Dirjen Dikti, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D. memberikan arahan Program Matching Fund kepada tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Jawa Timur yang hadir di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Selasa (2/11/2021). Perbesar

UBAYA menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak dengan total dana yang diterima sebesar Rp. 5,4 miliar. Dirjen Dikti, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D. memberikan arahan Program Matching Fund kepada tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Jawa Timur yang hadir di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Selasa (2/11/2021).

SURABAYA –KEMPALAN: Universitas Surabaya (UBAYA) mendapat kunjungan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI), Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D. Sepuluh proposal unggulan UBAYA berhasil memperoleh dana padanan dari Kemendikbud Ristek dalam Program Matching Fund 2021. UBAYA menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak dengan total dana yang diterima sebesar Rp. 5,4 miliar. Dirjen Dikti, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D. memberikan arahan Program Matching Fund kepada tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Jawa Timur yang hadir di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Selasa (2/11/2021).

Rektor UBAYA, Dr. Ir. Benny Lianto, MMBAT dalam sambutannya mengatakan jika Program Matching Fund sangat baik dan efektif dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM). Dengan kehadiran Prof. Nizam diharapkan mampu memberikan banyak inspirasi dan arahan untuk UBAYA maupun PTS di Jawa Timur mengenai Program Matching Fund.

Rektor UBAYA, Dr. Ir. Benny Lianto, MMBAT dalam sambutannya mengatakan jika Program Matching Fund sangat baik dan efektif dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM). Dengan kehadiran Prof. Nizam diharapkan mampu memberikan banyak inspirasi dan arahan untuk UBAYA maupun PTS di Jawa Timur mengenai Program Matching Fund.

“UBAYA berharap pelaksanaan Program Matching Fund di tahun berikutnya dapat dilakukan dengan jangka waktu yang lebih panjang dan proses administrasi lebih mudah,” ucap Benny Lianto.

Disamping itu, Dirjen Dikti, Prof. Nizam menjelaskan bahwa Matching Fund merupakan program yang masih baru sehingga belum sempurna. Dirinya menyampaikan jika Program Matching Fund akan terus melakukan perbaikan terkait proses, sistem hingga waktu pelaksanaannya. Tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 250 miliar untuk Program Matching Fund.

“Tahun depan insya Allah, dana akan ditingkatkan menjadi 5 kali lipat dari yang sekarang. Saya berharap perguruan tinggi di Jawa Timur dapat memanfaatkan Program Matching Fund untuk berkolaborasi menciptakan solusi atas beragam permasalahan yang ada di masyarakat maupun industri,” ujar Prof. Nizam.

Pada kesempatan ini, juga hadir Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Ir. Soeprapto, DEA. Prof. Soeprapto menegaskan jika Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki banyak resources seperti sumber daya manusia (SDM) atau sumber daya lain. Dirinya menuturkan bahwa Jawa Timur siap mendukung dan menyerap pendanaan Program Matching Fund atau program pemerintah lain dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

UBAYA menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak dengan total dana yang diterima sebesar Rp. 5,4 miliar. Dirjen Dikti, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D. memberikan arahan Program Matching Fund kepada tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Jawa Timur yang hadir di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Selasa (2/11/2021).

Matching Fund adalah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri). Program ini bertujuan membangun ekosistem MBKM sebagai upaya menyelesaikan berbagai isu sosial, tantangan DUDI dan masyarakat, serta masalah perguruan tinggi melalui kemitraan perguruan tinggi dengan DUDI. Program tersebut juga dirancang untuk menyelaraskan pengembangan ilmu dan teknologi di perguruan tinggi. Tujuannya agar sesuai dengan pemenuhan kebutuhan atau pemecahan permasalahan dalam dunia usaha maupun dunia industri.

Sesuai dengan semangat MBKM, UBAYA menghimbau dosen atau tim peneliti agar wajib mengikutsertakan mahasiswa dalam Program Matching Fund. UBAYA telah berhasil mengikuti seluruh tahapan seleksi proposal yang dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu seleksi administratif, seleksi substansi dan verifikasi kelayakan. Akhirnya terpilihlah sepuluh proposal unggul yang disetujui dan mendapat dukungan dana dari Program Matching Fund. (*)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

9 Kiai Sepuh NU Minta Muktamar NU ke 34 Ditunda hingga 2022

28 November 2021 - 14:59 WIB

Jatim Terima Dua Penghargaan BKN Award 2021 Peringkat Pertama, Ini Formula Rahasianya

28 November 2021 - 07:02 WIB

Perdana, UHW Perbanas Wisuda 339 Mahasiswa

27 November 2021 - 17:23 WIB

Frontage Road Terus Dikebut, Bupati Sidoarjo Kawal Langsung Pembebasan Lahan

27 November 2021 - 15:53 WIB

Wali Kota Eri Tampung Usulan UMK SPSI Surabaya

27 November 2021 - 15:02 WIB

Jogo Sidoarjo dengan Cipta Kampung Aman

27 November 2021 - 14:52 WIB

Trending di kempalanews