Rabu, 29 April 2026, pukul : 06:43 WIB
Surabaya
--°C

Kronologi Kades Sapeken Sumenep Dianiaya Warganya, Tapi Pelaku yang Melapor ke Polisi

Kades Joni membantah berita yang terbit di salah satu media online dengan berita adanya pengeroyokan perangkat desa Sapeken kepada Wawan.

“Jadi ada salah satu media online yang memberitakan perangkat Desa Sapeken telah melakukan pengeroyokan kepada Wawan itu, tidaklah benar. Maka dari itu saya melakukan klarifikasi,” ujar Kades Joni.

Kades Joni menilai, pemberitaan di media online itu sepihak dan telah mencemarkan nama baiknya. Pemberitaan itu, katanya, tak melakukan konfirmasi untuk menyeimbangkan kasus pemukulan itu.

Kades Joni juga meluruskan video  pemukulan yang viral di media sosial.

Video itu kata Kades Joni ada distorsi.

Usai insiden itu, malah Wawan   melapor ke Polsek Sapeken. Pada  16 Mei 2022 terbit surat tanda lapor Nomor : STM/11/V/YAN.1.6/2022/SUMENEP/SPKT SAPEKEN, Laporan Polisi Nomor : LP-B/11/V/RES/1.6/2022/SUMENEP/SPKT/SAPEKEN

Kendati Kades Joni dilaporkan. Dirinya masih menunggu iktikad baik dari Wawan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Jika dia tetap bertahan dengan kondisi yang ada. Saya akan melaporkan balik Wawan karena telah memukul saya. Tapi ini kan lucu, masak saya sebagai Kades mau memenjarakan warga saya sendiri,” ucap Kades Joni.

Terkait dugaan pencemaran nama baik yang disebar di Facebook bahwa perangkat Pemdes Sapeken telah melakukan pengeroyokan kepada Wawan. Kades Joni membantahnya.

“Jika masih tetap, saya pun akan melaporkan keluarga korban yang telah mencemarkan nama baik saya di akun media sosial Facebook. Buktinya sudah kami kumpulkan,” tegasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, kempalan belum mendapatkan keterangan resmi dari Wawan atas kebenaran kasus viral pemukulan tersebut.

Melansir dari pemberitaan media online Indeksdotcodotid, Kades Joni memang sempat menegur Wawan saat itu.

Hanya saja, para pemilik angkutan umum jenis odong-odong tersebut  protes kepada Kades Joni. Alasannya, karena merasa tidak menyalahi jam operasi angkutan umum jenis odong-odong hingga melebihi pukul 17.00 WIB.

Seperti yang disampaikan Rauf, salah satu warga setempat yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum jenis odong-odong, profesi sama yang dijalani Wawan.

Sebagai seorang saksi, Rauf mengatakan, hadir pada mediasi yang digelar Kades Joni di Balai Desa setempat dengan para sopir odong-odong lainnya.

“Saya melihat sendiri, Kades Joni yang pertama mendorong Wawan. Karena dari itu, Wawan tidak terima dengan tindakan itu dan melakukan perlawanan, namun aparat desa lain malah membantu Kades Joni bukan malah melerai kejadian tersebut,” kata Rauf, seperti yang dikutip di Indeksdotcodotid.

Dia menambahkan, saat itu Wawan tersungkur dari kursi dan terjatuh. Rauf mengatakan, Wawan diinjak-injak oleh perangkat desa  yang ikut membantu Kades Joni.

Disana, kata Rauf lebih lanjut, terjadi sebuah pengeroyokan terhadap Wawan hingga mengalami babak belur.

Sementara keluarga Wawan, yakni Cici, mengaku bahwa saat ini Wawan terbaring lemas di Puskesmas Sapeken. Atas insiden itu, Wawan dirawat di Puskesmas tersebut.

“Wawan masih dirawat di Puskesmas dalam kondisi lemah. Syukur, dia langsung ditangani medis atas kejadian yang menimpanya,” kata Cici, seperti yang dikutip dari Indeksdotcodotid.

Kemudian saksi lain, yakni Syahrul, salah satu aparat desa setempat membantah jika Kades Joni telah melakukan penganiayaan terlebih dahulu kepada Wawan.

“Saya juga di lokasi. Saya melihat jika Wawan yang menyerang Kades Joni terlebih dulu, dan Kades Joni membela diri dibantu oleh aparat yang hadir pada kesempatan itu,” kata Syahrul, seperti yang dikutip dari Indeksdotcodotid. (ham)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.