Harga rokok di Melbourne dan seluruh kota di Australia bisa dicatat sebagai termahal di dunia.
Sebagai perbandingan, sebungkus Marlboro dibandrol AUD 35 atau sekitar Rp 370 ribu, padahal di Jakarta harganya hanya Rp. 30 ribu. Di Paris, rokok sama, harganya 8 Euro atau sekitar Rp.130 ribu. Di AS USD 8 atau Rp. 120 ribu. Di Singapura, Rp. 70 ribu, Jepang Rp.120 ribu. Tidak heran jika penyelundupan rokok termasuk kegiatan terlarang terbesar di kota itu. Sebagian pelajar mencoba -coba cari peruntungan dengan cara itu. Di Internet mereka menjual sebungkus Marlboro dengan AUD 15. Ada yang pernah tertangkap menyelundup dan kasusnya masuk pengadilan. Denda penyelundup terbesar terjadi lima tahun lalu. Seorang pria warga Australia berusia 34 tahun dikenai denda Rp 400 juta (AUD 40 ribu) karena berusaha menyeludupkan 36 karton rokok melalui Bandara Internasional Perth, Australia Barat.
Pria tersebut sebelumnya membeli rokok di salah satu supermarket di Kuta (Bali) seharga Rp 250 ribu per karton. Dia berharap bisa menjualnya antara Rp 1,2 sampai Rp 1,5 juta per karton di Australia Barat.
BACA JUGA: Dari Peringatan Seabad Rosihan Anwar: Wartawan Sekaligus Pelaku Sejarah
Awal 2019 Malaysia juga memberlakukan aturan “kejam” bagi perokok. Denda merokok di tempat yang dilarang sekitar 300 Ringgit Malaysia ( RM) atau Rp 1 juta. Hotel-hotel tertentu memasang tarif denda sampai 2000 RM (Rp 7 juta) jika kedapatan merokok di dalam kamar. Saya kebetulan berada di Kuala Lumpur, Malaysia, seminggu setelah aturan itu diberlakukan pemerintah. Reaksi masyarakat memprotes cukup gencar. Terutama karena larangan itu berlaku di rumah-rumah makan tradisional di sama (semacam warteg di Jakarta). Mahathir Mohammad baru saja terpilih kembali menjadi PM Malaysia ketika aturan itu diberlakukan. Maka, sebagian masyarakat perokok utamanya konsumen warung-warung tradisional di sana menyatakan penyesalan memilih Mahathir sewaktu Pilihan Raya (Pemilu Malaysia), dan mengancam tidak akan memilihnya lagi dalam Pemilu berikutnya.
Pandemi di Melbourne
Trip saya ke Melbourne kali ini setelah lebih dua tahun Melbourne dan kota-kota lainnya di Australia ditutup karena pandemi Covid-19. Pemerintah Australia baru dua bulan lalu membuka Melbourne untuk pelancong walaupun kasus harian Covid19 masih mencatat jumlah rerata 10 ribu setiap hari dalam seminggu. Syarat kunjungan pelancong harus sudah vaksin ketiga (booster). Namun, tidak ada lagi keharusan swab PCR dan isolasi mandiri.

Pandemi Covid19 termasuk yang memukul ekonomi Melbourne. Lebih dua tahun mereka bolak balik lockdown, menutup perjalanan luar negeri. Akibat itu pelajar dari seluruh dunia pun stop. Padahal, 40 % sumber dana pemerintah Australia berasal dari kegiatan pendidikan itu. Beberapa usaha menderita kerugian besar. Seperti penyewaan mobil, resto dan usaha penukaran uang hampir banyak yang tutup. Usaha-usaha itu memang hidup dari turis. Meski tidak ada kewajiban mengenakan masker, namun beberapa tempat perbelanjaan menolak pembayaran dengan uang kertas. Membourne mulai ramai dikunjungi turis. Meski ekonomi sempat terpukul, jangan khawatir aspek keamanan dan kenyamanan.
Kota Melbourne yang diresmikan oleh Ratu Victoria pada tahun 1847, dan menjadikan ibu kota koloni baru Victoria tahun 1851, tetap aman dan nyaman seperti semula. Sebab, itu bagian selling point mengapa kota ini selalu dibanjiri pelancong. Melbourne setara Jepang. Warga leluasa beraktifitas hingga larut malam tanpa khawatir, meski tidak tampak polisi lalu lalang. Angkutan kota bus dan trem beroperasi hingga malam. Di sebagian wilayah, khususnya di city, angkutan itu gratis.
Sejauh catatan, jarang, kalau tak mau menyebut tidak pernah, turis menghadapi kejahatan pencurian maupun penodongan.
Hanya saja hati-hati jangan sembarangan meletakkan bungkus rokok Anda. Sekejap bisa disambar smokers lain. Paling sedikit, tiba-tiba saja ada satu dua orang mendekati pas kita merokok. Sambil mengacungkan jari minta sebatang rokok.
Ya, belasan kali saya trip ke Melbourne 6 tahun terakhir, sesekali hanya mengalami kejadian itu. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi