ROMA-KEMPALAN: Belum ada yang mampu menghentikan laju kemenangan petenis putri nomor satu dunia Iga Swiatek. Pada Kamis malam WIB (12/5), mantan ratu tenis dunia sedekade yang lalu, Victoria Azarenka, harus menjadi korban ketangguhan Swiatek dalam ajang Italia Open 2022.
Petenis yang berkebangsaan Polandia tersebut bisa membekuk Azarenka dalam Babak 16 Besar Italia Open dengan skor 6-4 6-1 di lapangan tanah liat Foro Italico, Roma. Dalam babak perempat final, Swiatek ditunggu sesama petenis belia dari Kanada, Bianca Andreescu.
BACA JUGA: Setelah “Sunshine Double”, Senin Ini Swiatek Sah Jadi Petenis Nomor Satu Dunia
Terlepas dari peluang Swiatek menjadikan Andreescu sebagai korban berikutnya, victory atas Azarenka itu sudah menjadi sejarah manis baginya. Kemenangan tersebut jadi kemenangan ke-25 beruntun Swiatek sejak bertahta sebagai petenis nomor wahid dunia menggantikan petenis Australia Ashleigh Barty.
Dia pun mampu menyamai streak kemenangan mantan ratu tenis dunia lainnya Serena Williams pada 2014 lalu. Ketika itu, Serena mencatatkan streak 25 kemenangan yang berakhir di dalam ajang Australia Open 2014.
Jika kali ini dia mampu mengalahkan Andreescu, Swiatek pun akan menyamai streak 26 kemenangan Azarenka sedekade lalu. Bahkan, Swiatek juga masih berpeluang menyamai streak kemenangan Serena lainnya, 27 kemenangan beruntun.
Sejak 2015 silam, belum ada satu pun petenis wanita yang mampu mencatatkan 27 kali kemenangan beruntun dalam karirnya. Swiatek pun masuk jadi petenis termuda ketiga bersama Williams bersaudara (Serena dan Venus) yang mencatatkan 24 kemenangan beruntun lebih.
’’Aku sama sekali tidak terkejut (dengan streak kemenangan Swiatek). Aku rasa dia telah banyak mengalahkan lawannya dengan sangat mudah karena dia benar-benar tidak memberikan satu bola pun untuk lawan, berapa pun skornya,’’ sebut senior Swiatek sesama petenis dari Ceko, Karolina Pliskova dalam sebuah wawancaranya kepada Eurosport.
Pliskova pun membandingkan Swiatek dengan petenis peringkat ketujuh WTA dari AS, Madison Keys. ’’Dia (Keys) bisa bermain luar biasa. Tapi, kemudian dia akan selalu punya satu pertandingan ketika dia melakukan beberapa kesalahan. Aku pikir, Iga bukanlah tipikal petenis dengan permainan seperti itu,’’ lanjut petenis berusia 30 tahun tersebut. (Sportskeeda, Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi