Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 14:26 WIB
Surabaya
--°C

Deddy Corbuzier dan LGBT

Corbuzier kemudian meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Ia bahkan mengakui telah bertindak tolol. ‘’Tololnya saya tidak tahu kalau mereka lagi menghapal Qur’an, dan itu harus diklarifikasi. Memang saya-nya bodoh banget pada saat itu, tidak bisa melihat situasi yang terjadi saat itu. I dont know that, and I’m sorry. Intinya memang saya harus belajar lebih banyak lagi.”  Begitu penegasan Deddy.

Kali ini konten mengenai pasangan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) juga memantik banyak komentar kritis netizen. Dibanding dengan kasus santri tutup kuping kali ini reaksi netizen jauh lebih keras. Selama dua hari sejak Senin (9/5) tagar ‘’Unsubcribe-Podcast-Corbuzier’’ menjadi pemuncak daftar trending topic Indonesia.

Impaknya terlihat langsung pada jumlah pelanggan Corbuzier yang merosot sampai 40 persen lebih, dari 20 juta menjadi 11,1 juta. Hanya dalam semalam Deddy kehilangan 8 juta follower. Netizen menganggap Corbuzier hanya mengejar pendapatan dari iklan dan mengabaikan konten yang cerdas sesuai dengan tagline-nya. ‘’Mana konten untuk orang cerdas? Are losing your mind?’’ Begitu semprot netizen.

BACA JUGA  Siasat Akademik SMA ITP Surabaya: Mengantar 30 Siswa Menembus PTN Favorit pada SNBT 2026

BACA JUGA: Mudik-Balik Horor

Belum ada respons resmi dari Corbuzier. Tetapi hampir dipastikan kali ini dampaknya jauh lebih besar dari kasus santri tutup kuping. Ketika itu netizen lebih tersegmentasi pada kalangan muslim, tapi kali ini yang bereaksi keras datang dari kalangan yang lebih luas.

LGBT menjadi fenomena yang harus diwaspadai di Indonesia. Isu ini sensitif dan sangat mudah memantik reaksi keras dari publik. Sensitifitas reaksi publik terhadap isu ini hampir sama kerasnya dengan reaksi terhadap isu komunisme. Dua topik ini selalu menjadi perdebatan panas di Indonesia.

Trauma terhadap komunisme membuat publik Indonesia—terutama kalangan Islam—menjadi sangat peka dan selalu berada pada posisi siaga. Bahaya komunisme tetap dianggap seagai ancaman nomor satu di Indonesia.

BACA JUGA  Lompati Batas Negara: Labschool UNESA Resmi "Kawinkan" Kurikilum dengan Taiwan Cetak 'Global Citizens'

Partai Komunis Indonesia (PKI) secara formal sudah mati dan dilarang di Indonesia. Tetapi, paham komunisme dianggap masih tetap hidup di Indonesia, dan bahkan disebut-sebut sedang mengalami kebangkitan bersama dengan makin suburnya pertumbuhan kelompok sekular dan liberal. Kelompok inilah yang sering disebut secara gampang sebagai kelompok PKI, meskipun sebenarnya lebih tepat disebut sebagai kelompok yang berpaham kiri.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.