ANKARA-KEMPALAN: Pada saat ini, Indeks Harga Konsumen di Turki telah berada di angka 69,97%– naik sekitar 9% dibandingkan dengan tahun lalu.
Badan Statistik Nasional Turki memberikan data terbarunya bahwa pada saat ini, tingkat inflasi di Turki telah mencapai ke angka 69,97%.
Angka tersebut naik drastis hanya dalam waktu setahun—karena pada bulan Mei 2021, tingkat inflasi masih berada di angka 61,14%.
Peningkatan harga terbesar dialami oleh sektor Transportasi yang naik 105,9%.
Kemudian disusul oleh harga makanan yang naik 89,1%.
Hal tersebut kemudian menjadi sebuah tantangan besar bagi Presiden Turki yaitu Erdogan karena seringkali kebijakan-kebijakan “Anehnya” menjadi penyebab dari ketegangan di Turki.
Melansir dari Aljazeera, tingkat inflasi pada tahun ini menjadi yang paling parah semenjak Erdogan berkuasa pada tahun 2002.
Analis kemudian mengatakan bahwa parahnya ekonomi Turki pada saat ini memiliki kaitan erat dengan kebijakan ekonominya yang selalu diluar dari dugaan.
Permasalahan Ukraina dan pandemi COVID-19 juga menjadi salah satu penyebab angka inflasi naik secara drastis.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Erdogan telah meminta kepada Bank Sentral Turki untuk memangkas suku bunga dengan harapan harga barang menjadi semakin stabil atau menurun.
Namun, permasalahan tersebut tidak mudah karena pada saat ini, harga energi semakin mahal dan juga investor asing telah mulai kabur dari Turki.
Turki juga sudah memotong pajak dari beberapa komoditas dan memberikan subsidi terhadap listrik—namun masih tidak cukup untuk mengatasi naiknya inflasi.
Mata uang Turki yaitu Lira pada saat ini juga kehilangan 44% nilainya terhadap Dollar—dan kemungkinan besar menurut analis bahwa pemerintah Turki akan akan membeli Lira dan menjual Dollar untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Tahun depan, Pemilihan Umum Turki akan dilaksanakan.
Apakah Erdogan akan bertahan kembali di tengah permasalahan inflasi yang menimpanya?
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi