Menu

Mode Gelap

Kempalanda · 3 Mei 2022 13:15 WIB ·

Dah Syawal…


					Foto: hayyu.id Perbesar

Foto: hayyu.id

KEMPALAN: Syawal adalah bulan ke 10 dalam penanggalan Hijriah dan merupakan salah satu bulan istimewa dalam Islam setelah Ramadhan. Pada 1 Syawal umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan hari kemenangan setelah menjalankan puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Menurut para ulama, bulan Syawal merupakan bulan peningkatan. Artinya, segala amalan ibadah yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan harus tetap konsisten dan ditingkatkan pada bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.

Di bulan Syawal ini, Muslim dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah serta amalan kepada Allah SWT setelah selama sebulan digembleng menjalankan puasa dan sholat malam serta ibadah-ibadah lainnya. Syawal berasal dari kata syala yang berarti naik atau meninggi. Secara harfiah, Syawal memiliki arti ‘peningkatan’. Pada bulan ini kedudukan dan derajat kaum Muslimin meninggi di sisi Allah SWT karena telah melewati bulan ujian dan ibadah selama bulan Ramadhan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan berpuasa selama 6 hari. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang berpuasa selama Ramadhan kemudian diikuti enam hari saat Syawal maka seperti berpuasa seumur hidup.” (HR. Ibnu Majah).

Puasa enam hari di bulan Syawal bisa dimulai di hari kedua atau satu hari setelah Hari Raya Iedul Fitri. Puasa ini akan menjadi pelengkap dan penyempurna amalan di bulan Ramadhan. Dengan hanya mencukupkan puasa Ramadhan dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, akan mendapatkan pahala seakan berpuasa setahun penuh.

BACA JUGA: Kapok Lombok

Dengan demikian, amalan pada bulan Ramadhan tidak hanya berakhir di bulan puasa saja. Umat Muslim secara berkelanjutan bisa terus meningkatkan amalan dan ibadahnya. Syawal merupakan bulan pembuktian nilai-nilai taqwa, artinya ajang untuk membuktikan umat Islam mampu mempertahankan dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya tidak hanya di bulan Ramadhan saja.

Selain memiliki keutamaan dan keistimewaan. Banyak peristiwa penting umat Islam yang terjadi di bulan Syawal. Di tahun kedua pasca perang Badar Rasulullah SAW melangsungkan pernikahan dengan Ummu Salamah. Rasulullah SAW mempersunting Siti Aisyah RA, puteri Sayyidina Abu Bakar RA di tahun ke 10 kenabian dan juga memulai hidup bersama pada bulan Syawal. Imam Bukhari, seorang ahli Hadist yang sangat berjasa dalam merealisasikan kompilasi hadist-hadist Nabi Muhammad SAW juga lahir pada bulan Syawal 194 H dan wafat pada malam Iedul Fitri juga pada bulan Syawal 256 H.

Penyebaran agama Islam yang mengharuskan umat Muslim berperang antara lain juga dilakukan pada bulan Syawal. Perang Uhud pecah pada 15 Syawal, tiga tahun setelah hijrahnya Rasulullah SAW. Perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal lima tahun setelah Rasulullah hijrah. Salman Al-Farisi mencetuskan sebuah strategi pembuatan parit yang dalam dan lebar untuk menghalau musuh. Dalam perang ini, kaum musyrik mengalami kekalahan setelah diterjang. Dua pekan lamanya perang Hunain berlangsung setelah Rasulullah SAW berhasil memimpin kaum Muslimin menaklukkan Makkah tanpa pertumpahan darah.

BACA JUGA: Zuhud

Bulan Syawal mengantarkan Muslimin sedunia meninggalkan Ramadhan menemui kemenangan, kebahagiaan dan ampunan. Kemenangan, kebahagiaan dan ampunan itu berkumpul di hari yang fitri. Hari itu dikenal dengan Idul Fitri atau Lebaran. Hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal. Di hari raya ini ditandai pula dengan, beberapa kegiatan seperti sholat, bersedekah bermaaf-maafan atas semua kesalahan yang dilakukan dengan sesama manusia.

Makna Idul Fitri yang terkandung dalam sejumlah ayat Al-Qur’an yakni bersyukur atas sempurnanya ibadah puasa yang dijalani hingga kembali ke fitrahnya. Kegembiraan di hari raya Idul Fitri setelah sempuranya ibadah puasa sebulan penuh selama Ramadhan adalah dikarenakan pada hari itu Allah SWT kembali mengunjungi hambanya dengan membawa kebaikan dan kegembiraan dengan diampuninya dosa-dosa, sehingga kita benar-benar Kembali kepada fitrah Islamiyah.

Sejatinya, perayaan Hari Raya Idul Fitri bukanlah untuk bersenang-senang namun bersyukur kepada Allah SWT dengan banyak berzikir membesarkan, mengagungkan nama-Nya. Bersyukur sambil bermaaf-maafan menghapus dosa dan kesalahan dengan sesama. Dalam kerendahan hati, ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta, ada kekayaan jiwa. Hidup ini terasa indah jika saling ikhlas memaafkan. Taqabbalahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Ya Kariim. (*)

Editor: DAD

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Oligarki Digital dan Zombie Metaverse

18 Mei 2022 - 06:44 WIB

Untung Ada Vina Panduwinata & Reza Artamevia Menemani Keliling Melbourne

17 Mei 2022 - 20:06 WIB

Kunci Ketenangan

17 Mei 2022 - 07:50 WIB

Demo Mahasiswa dan Reproklamasi Republik

15 Mei 2022 - 07:43 WIB

Oligarki Merampas Masa Depan Mahasiswa

14 Mei 2022 - 09:38 WIB

Melbourne Kota Ternyaman Dunia namun Kejam bagi Perokok

12 Mei 2022 - 10:46 WIB

Trending di kempalanalisis