KEMPALAN: Acara pemberangkatan mudik menjadi acara rutin setiap kepala daerah provinsi besar, utamanya DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tapi ada yang menarik dari acara pemberangkatan peserta mudik yang dilakukan oleh Anies Baswedan.
Anies menyampaikan bahwa mudik ini tidak hanya diberangkatkan saja tapi mereka juga akan dijemput. Dan yang menarik ketika para pemudik itu kembali ke Jakarta, maka Jakarta akan menerima dengan tangan terbuka, karena Jakarta adalah rumah kita bersama, rumah rakyat Indonesia. Dan Anies menegaskan tidak akan dijumpai razia-razia seperti dulu sebelum dirinya memimpin Jakarta.
Apa yang disampaikan oleh Anies adalah pesan kemanusiaan bahwa setiap orang berhak mendapatkan layanan yang baik, setiap orang berhak dilindungi dan setiap orang berhak mendapatkan mendapatkan penghidupan yang layak.
Nah, pesan itu menjadi kewajiban Anies sebagai gubernur untuk menunaikan. Anies sadar betul menjadi seorang pemimpin tidak boleh seenaknya sendiri, karena menjadi seorang pemimpin mempunyai tugas konstitusi, yaitu melindungi dan mensejahterakan kehidupan warganya.
Darah juang Anies yang diwarisi dari sang kakek, nampaknya masih mewarnai jiwa Anies sebagai pemimpin. Dari darah juang itulah, Anies mempunyai sikap tegas dan berani melawan tirani apapun yang merampas hak dan kemerdekaan rakyat.
Sebagai seorang pemimpin, Anies nampaknya memiliki banyak perbedaan dengan pemimpin yang lainnya. Anies betul betul memanfaatkan kekuasaan yang dimiliki untuk kepentingan rakyatnya.
Anies mampu menghadirkan keadilan bagi rakyat yang dia pimpin. Sikap tegas dan adil Anies dia tunjukkan ketika melawan tirani oligarki yang berselingkuh dengan pejabat pusat untuk melakukan reklamasi pantai utara Jakarta. Anies tegas menutup nya meski mendapatkan tekanan dari oknum pejabat pusat.
Ketegasan Anies sangat beralasan karena didasar pada aturan yang ada bahwa Gubernur berwenang memberi izin atau tidak terhadap pelaksanaan kegiatan Reklamasi. Anies tak gentar meski karena si oknum membentak bentak dan mengancam, seperti biasa Anies hanya tersenyum sambil menjawab bahwa saya taat konstitusi dan saya bergerak atas perintah konstitusi.
Penutupan reklamasi pantai utara hanyalah sebagian aksi Anies untuk menghadirkan pesan kemanusiaan kepada masyarakat Jakarta khusunya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Di penghujung bulan Ramadhan tahun ini, Anies begitu memukau dengan aksi kemanusiaan yang dilakukan, selain pesan kemanusiaan dalam pemberangkatan mudik bareng, Anies juga akan menjadikan JIS sebagai tempat dilaksanakannya sholat Ied.
Anies ingin menyatakan bahwa di balik kemegahan gedung JIS maka tidak boleh dipisahkan dengan pembangunan sumber daya manusia yang baik. Sebaik apapun fasilitas yang dimiliki oleh sebuah kota, kalau SDM yang ada tidak berkualitas, jauh dari nilai nilai Ketuhanan, nilai nilai etik dan moral, maka suasana kota akan menjadi kering, kehilangan rasa keadilan dan kehilangan suasana damai dan persatuan.
Anies adalah sedikit contoh pemimpin yang mampu memberi keteladanan, Anies adalah manusia langkah, Indonesia butuh Anies.
Anies tidak ambisi kekuasaan, Anies berkomitmen memenuhi janji janji politik yang pernah disampaikan.
Di tengah suasana rakus dan palsu dalam berbangsa dan bernegara, Anies hadir seolah menjadi oase kehausan masyarakat akan pemimpin yang jujur dan apa adanya, Anies hadir sebagai realitas yang apa adanya, realitas tanpa pencitraan.
Anies menjadi harapan akan perubahan Indonesia kearah yang lebih baik, Indonesia tanpa kendali oligarki, Indonesia yang adil, damai, bersatu dan mensejahterakan, Indonesia tanpa kolusi, korupsi dan nepotisme.
Semoga saja bangsa Indonesia segera mendapatkan kemenangannya untuk merdeka kembali. (*)
Surabaya, 29 April 2022
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi