Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 25 Apr 2022 11:54 WIB ·

Ada Jahitan Tambalan di Lengan Baju Anies


					Ada Jahitan Tambalan di Lengan Baju Anies Perbesar

KEMPALAN: ADA percakapan ringan tapi menarik pada sebuah wa group belum lama ini. Seorang member memosisikan diri  tengah memberi saran sekaligus kritik konstruktif ke Anies Baswedan. Member itu  menyebut dirinya risih melihat Anies berdandan terlalu rapi, baju bagus dan mahal terus.  Menurutnya, itu tidak klik dengan rakyat Indonesia yang lagi susah. Hmm…

Benarkah Anies berbusana mahal-mahal? Jelas keliru. Anies termasuk orang yang tidak suka berlebihan. Termasuk soal pilihan busana.  Sejak dia aktivis dan memimpin gerakan mahasiswa, berlanjut tinggal di Amerika Serikat (AS), Anies senantiasa bersahaja.  Teman-temannya semua tahu Anies tidak punya pakaian bermerek dan mahal-mahal.

Waktu tinggal di Negeri Paman Sam pun Anies tidak berubah, tetap bersahaja. Ilustrasi enteng, tidak jarang orang Indonesia yang kebetulan bersekolah di Amerika, gegar budaya.  Pakaiannya aneh-aneh, berlebihan. Pernah ada warga kita di AS yang sampai-sampai di musim panas malah pakai jaket tebal.  Mata di sekeliling menatap risih. Lalu saat kembali ke Indonesia, terbawa-bawa, ke mana-mana pakai jas di tengah sinar matahari terik dan lembab Jakarta. Sekeliling, risih juga.

Kalau Anies, selama dia bersekolah S-2 dan S-3 di AS, jarang sekali mengenakan jas. Paling-paling saat diundang berbicara antara lain di US-Indonesia Society (USINDO)– sebuah organisasi beranggotakan akademisi, pebisnis,  think-tank, politisi, dan sering mengundang senator dan kongresman AS– barulah Anies pakai jas. Itu pun terkadang  tanpa dasi. Cukup kemeja dan jas yang bukan setelan.  Saya tahu karena selama Anies bersekolah di AS, di periode yang sama saya juga wartawan Jawa Pos yang di-posting di AS selain kemudian nyambi kuliah S-2.

Jadi,  saat di AS, Anies kerap diundang berbicara di event-event penting di kampus dan lembaga-lembaga. Topiknya beragam, soal kebijakan ekonomi, politik dan sosial. Umumnya bersinggungan dengan Indonesia. Banyak kalangan Amerika senang dan termasuk mengagumi pemikiran mantan aktivis mahasiswa ini.

Bukan hanya di Amerika, tetapi juga di pelbagai negara di lima  benua termasuk London, Madrid, Kopenhagen, Melbourne, Tokyo dll. Anies kerap diundang sebagai pembicara di kancah global.  Jadi, sejak lama mantan Rektor Paramadina  ini memang pembicara global di manca negara.

Anies intelektual yang suaranya didengar oleh dunia.  Maka tidak heran majalah Foresight yang terbit di Jepang, April 2010 menetapkan Anies sebagai salah satu dari 20 tokoh internasional yang bakal berperan besar dalam perubahan global.

Persis dua tahun sebelumnya, April 2008, majalah Foreign Policy, AS, menahbiskan Anies masuk dalam daftar 100 Tokoh Intelektual Dunia. Namanya bertengger bersama ilmuwan dan tokoh dunia macam Noam Chomsky, Al Gore,  Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Bernard Lewis, Vaclav Havel, dan Peraih Nobel asal Bangladesh M Yunus.  Legend dunia mereka semua. Anies satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam 100 tokoh berpengaruh di dunia itu. Di tahun berbeda,  Kantor Berita Al-Jazeera pun pernah memasukkan nama Anies Tokoh Berpengaruh dunia bersama nama-nama besar pemimpin dan tokoh internasional. Luar biasa. Fenomenal.

Sejak lama kalangan nasional dan internasional kagum Anies. Tetapi  suami ahli psikologi dan pendidikan Fery Farhati ini tak pernah menampilkan diri jumawa. Dia lebih menampilkan sosok sederhana dan apa adanya.  Saya ingat, di kalangan Indonesia di Amerika dulu, HP Anies adalah yang paling sederhana, paling jadul.  Murah dan sekadarnya.  Beda dengan HP kebanyakan mahasiswa dan warga Indonesia di AS.  Intermezzo, HP saya di AS dulu kadang dicandainya sebagai keren sekali…

Kendaraan Anies juga demikian, mobil  yang sangat sederhana dan dibeli bekas. Chevrolet Cavalier tahun 1982 sudah  berumur 15 tahun saat  dibeli dan dipakai Anies bersama keluarganya di Amerika.  Mobil tua itu dibeli Anies seharga USD 600 (kurs sekarang, kurang dari Rp 9 juta!).  Jasa mobil butut itu besar lho buat keluarga Anies.  Termasuk  mantan Rektor UGM Prof Koesnadi Hardjasoemantri, saat semasa hidup, pernah datang ke Washington DC dan merasakannya.  Anies menjemput dan mengantar Guru Besar Ilmu Hukum kondang itu  ke berbagai pertemuan di Ibu Kota AS,  itu justeru  dengan mobil butut tadi.

Ada sedikit cerita lucu dan unik di situ. Yakni saat duduk di kursi penumpang di sebelah Anies, Prof Koesnadi  menyeletuk separuh guyon , “Mewah betul mobilmu, Nies, sampai banyak emas-emasnya”. Semua yang ada di dalam mobil, tak kuasa tertawa lepas.  Ceritanya begini. Kain atap interior mobil sudah lepas karena sepuh, sehingga menggelantung.  Lalu Anies pun memasangkan pines (paku payung) warna emas agar tidak copot. Ada puluhan pines ditanamnya untuk menahan kain agar tidak menggelantung.  Anies masih mengingat segar detail cerita ihwal mobil tua Chevrolet Cavalier dan Prof Koesnadi itu.  Mengingatnya sembari senyum dikulum.

Anies tidak pernah gengsi dan minder terhadap barang-barang yang dimilikinya. Dia tidak gila barang bermerek atau mahal. Anies tergolong figur yang mengutamakan fungsi atas apa saja yang dipakainya. Mobil Chevrolet Cavalier tua dan sederhana Anies dulu tetap tangguh menembus hujan dan badai salju menghadang saat dia membawa pindah isteri dan puteri batitanya, Mutiara Anissa dari Washinton DC ke kota kecil DeKalb, Illinois. Saya ingat saat itu saya ada beberapa kali SMS ke Anies menanyakan situasinya. Anies memberi update hingga tiba selamat di rumah orangtua angkatnya, seorang profesor, bule Nasrani Amerika.

Fungsional, itu kata kuncinya.  Begitu juga pilihan busananya, yang penting rapi dan dirinya nyaman mengenakan.  Anies bukan tipikal mendewakan gengsi. Ini juga yang tampak saat dirinya menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode pertama Presiden Joko Widodo. Ketika dia blusukan  ke SMAN 87 Rempoa, Tangerang Selatan, Anies kedapatan mengenakan baju robek yang ditambal. Anies sama sekali tidak menyadari kemeja tambalan tadi menarik perhatian orang-orang. Ketika orang  dan media bertanya, Anies tidak menganggap itu suatu hal besar.  Cuek saja dia sembari menjawab dirinya masih nyaman dengan pakaian bekas sobek itu.  Anies berdalih pakaiannya masih layak pakai, rapi dan elok dikenakan.  Anies sempat bercerita lengan kemejanya itu sobek terkena gagang pintu, lalu dijahit sendiri oleh isterinya, Fery. Ternyata bukan bagian itu saja yang  ada tambalannya!  Nah, lo!  Itulah Anies.  Sepanjang bagus, nyaman, rapi dan layak pakai, kenapa tidak? Apalagi kemeja kesayangan Anies yang tambalan itu dulunya dibelikan sendiri oleh Fery. So sweet ya, istilah gaul anak sekarang…

Seorang  lelaki separuh usia , begitu tahu soal kemeja tambalan tadi,  mengaku haru dan terkesima. Link berita media yang memuat kemeja bekas robek Anies tadi dikirimkannya ke kedua anak remajanya di luar negeri.  Pesan Si Ayah: Kalian lihat ini, anakku, seorang menteri tidak sungkan dan tidak gengsi memakai pakaian bekas tambalan!  Si Menteri  yang punya reputasi bagus ini, kata Si Ayah, tetap elegan dan tidak kehilangan wibawanya.

Suatu waktu, sekembali dari agenda kerjanya, Gubernur Anies berpidato formal di depan Webinar, penulis bertemunya. Ayah empat anak ini tampak mengenakan jas yang sudah lama dibelinya, saat mahasiswa di Amerika dulu.  Saya semula iseng bertanya tumben kok pakai jas. Anies malah bertanya balik soal jasnya itu, sekalian merk dan harganya.  Saya tahu itu bukan jas mahal, istilahnya empat  kali lebih murah dari harga setelan jas anggota DPR-RI. Betul saja. Gubernur Anies lalu menyibak sisi kanan jas nya, dan tertulis Macy’s.  Ya, itu bukan merk terkenal. Anies dulu membelinya seharga USD 35, kurang dari Rp 500 ribu.  Macy’s adalah toko serba ada berantai langganan kelas menengah bawah di Amerika. Mahasiswa asal Indonesia yang berkantong cekak pas-pasan, biasa belanja pakaian murah dan serba sale di gerai itu.

Tetapi dipakai Anies, setelan jas Macy’s itu dipadu kemeja putih jadi tampak bagus dan berkesan mahal.  Barangkali inilah penyebab Anies diyakini member wag di permulaan tulisan ini kerap mencurigai Anies berbusana mewah dan harga selangit. Benar-benar salah kira. Berpostur atletis, berkulit bersih dan diakui kaum hawa sebagai pria good looking, akibatnya pakaian Anies pun dipandang mewah dan mahal.  Barangkali sebaliknya yang terjadi. Ada orang yang postur dan wajahnya sederhana, walaupun mengenakan pakaian serba mahal, tetapi tetap dinilai murah dan sederhana bagi yang memandangnya. Kalau sudah begini, jelas jangan salahkan mata dalam memandang…  Mungkin, salahnya diri yang handsome dan enak dipandang…

Ramadhan Pohan, wartawan, penulis, pendiri KBA News

Editor: Freddy Mutiara

 

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Anies Semakin Melejit

17 Mei 2022 - 08:41 WIB

Anies dan Titik Nol Indonesia

16 Mei 2022 - 14:11 WIB

Anies Hanya Kalah Kalau Gak Nyapres?

16 Mei 2022 - 12:35 WIB

Seperti Bung Karno, Anies Menjadikan Indonesia Disegani Bangsa Lain

15 Mei 2022 - 13:09 WIB

HUT ke 792, Menjadikan Surabaya Semakin Melayani

15 Mei 2022 - 06:45 WIB

Penculik Bogor Kok Disorot Puan Maharani?

14 Mei 2022 - 19:08 WIB

Trending di kempalanalisis