Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 20 Apr 2022 15:41 WIB ·

Jokowi Diteriaki Warga dan Didemo Mahasiswa Sumenep


					Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEM) saat membentangkan spanduk berisi protes atas kedatangan Presiden Jokowi ke Sumenep di tengah harga bahan pokok mencekik rakyat.(BEMSU for kempalan) Perbesar

Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEM) saat membentangkan spanduk berisi protes atas kedatangan Presiden Jokowi ke Sumenep di tengah harga bahan pokok mencekik rakyat.(BEMSU for kempalan)

Hambali Rasidi

Catatan: Hambali Rasidi (kontributor)

KEMPALAN– Baru kali ini mahasiswa Sumenep bersuara lantang. Berani  menolak kedatangan  Jokowi. Berani melakukan aksi demonstrasi saat kunjungan resmi seorang presiden.

Penolakan dan rencana demo itu sudah beredar sejak Minggu malam 17 April.

Nur Hayat, Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) merilis penolakan kunjungan Jokowi ke Kabupaten Sumenep.

Alasan BEMSU sederhana. Sejak Jokowi jadi Presiden Indonesia. Utang Indonesia menggunung. Harga BBM naik. Harga bahan pokok meroket. Sehingga rakyat Indonesia kini makin susah.

Sebagai solusi. BEMSU akan menerima Jokowi di Sumenep dengan catatan: Turunkan harga BBM. Stabilkan harga bahan pokok.

Gertakan BEMSU berlanjut melalui aksi demontrasi yang digelar di sisi barat Pasar Anom Baru Sumenep, Rabu pagi 20 April 2022.

Lokasi itu, menjadi pintu masuk  Presiden Jokowi untuk menyerahkan BLT Migor dan PKH di dalam Pasar Anom setelah meresmikan Bandara Trunojoyo.

Namun, aksi BEMSU itu mendapatkan perlakuan kasar dari petugas keamanan.

Mahasiswa yang sedang mengambil gambar dan video untuk live streaming di platform medsos dihalangi. Kamera dan alat lainnya diambil paksa dan dihapus oleh petugas.

Sejumlah atribut demo mahasiswa juga dirampas. Poster dan Spanduk bertuliskan yang menuntut penurunan harga BBM dan harga bahan baku-diambil petugas.

Korlap aksi Moh. Choirul Anam memprotes tindakan semena-mena  aparat. “Mahasiswa hanya ingin menyuarakan suara rakyat kepada presiden kok dihalangi,” ucap Anam kepada kempalan.

“Gambar dan video saat demo dihapus  petugas. Tindakan petugas telah mencederai demokrasi dalam penyampaian aspirasi rakyat,” sambungnya.

Itu dari BEM SU. Lain lagi penolakan dari PMII Sumenep.

Artikel ini telah dibaca 2.020 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Uxoricide di Tasikmalaya setelah Hassan-Juju Cerai

21 Mei 2022 - 12:53 WIB

Titik Nadir Budaya Bahari                                            

20 Mei 2022 - 20:50 WIB

Serunya Prof Mahfud di Pusaran Konflik

19 Mei 2022 - 12:15 WIB

Jebakan Dirut PD Sumekar?

19 Mei 2022 - 11:36 WIB

Menyoal “Deportasi” UAS dan Tuduhan Serius Otoritas Singapura

19 Mei 2022 - 10:25 WIB

Dari Jakarta, Anies Menata Ulang Jalan Kemerdekaan Indonesia

19 Mei 2022 - 08:40 WIB

Trending di kempalanalisis