Menu

Mode Gelap

kempalanews · 15 Apr 2022 09:59 WIB ·

Khutbah Jumat: Al-Quran Sebagai Mukjizat


					Ilustrasi Al Quran Mukjizat (foto: ist) Perbesar

Ilustrasi Al Quran Mukjizat (foto: ist)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

KHUTBAH PERTAMA:

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

فَياَعِبَادَ اللهِ أُصِيْكُمْ وَإَيّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mengutus utusan-Nya dengan membawa kebenaran serta bukti yang sangat nyata. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Subhanahu wa Ta’alasemata. Saya juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, penutup para nabi yang tidak ada nabi setelahnya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan kaum muslimin yang mengikuti petunjuknya.

Hadirin rahimakumullah

Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan membenarkan semua berita yang sahih yang datang dari Rasul-Nya. Marilah kita senantiasa mengingat bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus para rasul-Nya sebagai pemberi kabar gembira sekaligus pemberi peringatan bagi para hamba-Nya. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk membela dirinya dari kesalahan-kesalahan yang dilakukannya setelah diutusnya para rasul. Bahkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menguatkan para rasul-Nya dengan tanda-tanda kenabian yang membenarkan ajaran yang dibawanya. AllahSubhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Quran Surat Al Hadid: 25,

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

Arinya: “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan keadilan supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنَ ا نْألَْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أُعْطِيَ مِنَ ا يْآلَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ

Artinya: “Tidak ada seorang nabi pun kecuali diberikan (kepadanya) tanda-tanda (bukti kenabian) yang dengan semisal itu manusia beriman.”(HR. Muslim)

Dari ayat dan hadits tersebut, kita mengetahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menguatkan kebenaran para rasul-Nya dengan tanda-tanda kenabian atau mukjizat sehingga tegaklah hujah bagi orang-orang yang menentang ajaran mereka. Di sisi lain, akan membuat orang yang beriman semakin yakin dan menerima kebenaran yang dibawa oleh para rasul.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Ketika Mesir terkagum-kagum dengan ilusi tukang sihir yang menipu mata, Allah mengaruniai Nabi Musa tongkat yang mampu mengalahkan, bahkan membelah Laut Merah. Ketika tanah Syam mengagungkan tabib-tabib dengan berbagai cara penyembuhan. Allah mengutus Nabi Isa dengan kemampuannya menyembuhkan kusta, mengembalikan penglihatan orang buta, bahkan membangkitkan manusia dari kematian.

Dan ketika tanah Arab dihiasi bahasa indah yang tertuang dalam syair dan puisi, Allah mengutus Rasulullah saw. serta mangaruniainya Al-Qur’an yang dipenuhi dengan keindahan bahasa dan keajaiban didalamnya.

Al-Quran menjadi mukjizat terbesar sejak pertama kali diwahyukan kepada Rasulullah saw. Dalam sejarah tercatat, berbagai upaya menandingi keindahan dan keajaiban Al-Qur’an, sebagaimana dilakukan oleh Musailamah Al-Kazzab dari Bani Hanifah, semua berakhir dengan kesia-siaan.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Menurut ilmu i’jazil Qur’an, terdapat beberapa aspek kemukjizakan Al-Qur’an. Pertama, aspek kebahasaan. Ketika bangsa Arab sedang tergila-gila dengan sastra bahasa dalam syair dan puisi yang dibacakan dengan lantang oleh para penyair di pasar, di peperangan, bahkan di depan berhala. Namun ketika Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah saw. seluruh penyair terkemuka Quraisy dibuatnya terkejut. Keindahan bahasa yang tiada diragukan lagi, bahkan Allah swt menantang kepada siapa pun untuk membuat tandingan Al-Quran meski hanya satu surat saja. Firman-Nya dalam Al Quran Surat Al-Baqarah ayat 23-24:

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat yang semisal Al-Quran itu, dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuatnya, dan pasti kamu tidak akan dapat membuatnya, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”

Ayat tersebut mengisahkan bahwa Allah menantang para penyair Quraisy yang meragukan kebenaran Al-Qur’an. Dan menantang mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengannya meski hanya satu surat saja. Setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan, akhirnya mereka menyerah. Jangankan untuk membuat yang lebih indah, membuat yang serupa kehebatan dan keindahan dari Al-Qur’an pun mereka tidak mampu. Lantas muncul pertanyaan, masihkah ragu dan enggan membacanya, padahal Al-Qur’an begitu elok  nan indah untuk dibaca?

Jamaah Jumat rahimakumullah

Kemukjizatan kedua adalah terkait pemberitaan gaib. Al-Qur’an mengungkap sekian banyak ragam perihal kegaiban. Kitab Suci ini mengungkap kejadian masa lalu yang tidak diketahui lagi oleh manusia, dan mengungkap peristiwa masa kini serta masa depan yang belum diketahui manusia. Seperti peristiwa tenggelamnya Fir’aun dan penemuan jasadnya, dikisahkan dalam QS. Yunus/10: 92 berikut.

Artinya: “Maka pada hari ini, Kami selamatkan jasadmu agar dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.”

Jasad Firaun II, saat ini berada di Museum Nasional Peradaban Mesir, Fustat, Mesir. Jasad Raja Mesir Kuno yang telah hilang jiwanya namun masih utuh dari kaki hingga kepala meski sudah 3.000 tahun lebih. Adanya berita gaib mengenai kejadian yang telah berlalu, kejadian sekarang, atau yang akan datang, di dalamnya juga menunjukkan bahwa Al-Qur’an betul-betul wahyu Allah swt. karena tidak mungkin hal-hal yang terjadi jauh sebelum dan sesudah Nabi Muhammad bisa diketahui kecuali selain dari-Nya.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Kemukjizatan ketiga adalah ilmu pengetahuan yang ilmiah. Pemahaman tentang mukjizat harus dikaitkan dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan isyarat-isyarat ilmiah yang terkandung dalam Al-Qur’an, belum mampu dipahami oleh orang-orang pada saat turunnya ayat-ayat tersebut. Allah mencurahkan sebagian kecil ilmu-Nya, walaupun bagi manusia itu bagian besar, melalui firman-firman dalam Al-Qur’an. Banyak sekali ayat-ayat kauniyah yang terbukti oleh sains modern, padahal Al-Qur’an telah turun 14 abad yang lalu, salah satunya tentang pergerakan lempeng bumi dalam yang dikisahnya dalam QS. An-Naml/27: 88 sebagaimana berikut.

Artinya: “Dan kamu lihatlah gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh setiap sesuatu, sesungguhnya Ia Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Sebagaimana sains muthakir manyatakan, bahwa lempengan bumi itu aktif bergerak, sehingga dapat mengakibatkan gempa bumi. Pemikiran ini belum terbayang dengan jelas ketika 14 abad yang lalu, ketika belum ada satelit ruang angkasa atau bor rasaksa yang mampu membuktikan kebenarannya. Namun, Al-Qur’an telah mampu memberikan isyarat terkait kejadian tersebut, jauh sebelum dibuktikan secara ilmiah. Semakin banyak penemuan-penemuan yang dihasilkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan, maka semakin menguatkan pula kemukjizatan Al-Qur’an.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ، اللّهُمَّ فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْنِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ،

Jama’ah Jum’at rahimakumullah

Sebagaimana telah diterangkan dalam khotbah pertama tadi, begitu luar biasanya Al-Quran sebagai mukjizat Rasulullah Muhammad saw. sehingga tidak lagi pantas bagi kita untuk bermalas-malasan dalam mengkaji, merenungi, bahkan membaca kalamullah tersebut.

Jika merefleksi pada mukjizat yang ada pada para nabi sebelumnya, tentu kita tidak lagi melihatnya. Mukjizat Nabi Musa berupa tongkat yang menjadi ular, tidak lagi terlihat. Mukjizat Nabi Isa yang mnghdiupkan burung juga tidak ada lagi yang menjadi saksi matanya. Namun ketika kita bertanya siapa yang sudah melihat mukjizat Nabi Muhammad, maka kita siapa pun di masa sekarang telah melihatnya.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فيِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فيِ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَ سَلاَمٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ، وَ الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

 

Editor: Kumara Adji Kusuma (Sekretaris Takmir Masjid Annur Sidoarjo, Dosen Umsida)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Provinsi Berkinerja Terbaik Penerapan SPM dari Kemendagri

18 Mei 2022 - 22:40 WIB

Halal Bihalal Warga Kampung, Ketua DPRD Surabaya Angkat Keguyuban dan Gotong Royong

18 Mei 2022 - 22:04 WIB

Anies Jalin Kesepakatan Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan dengan Berlin

18 Mei 2022 - 19:06 WIB

PPDB SMPN Surabaya Dimulai, Simak Tahapan dan Cara Pendaftarannya!

18 Mei 2022 - 18:53 WIB

Macron Desak Israel untuk Investigasi terkait Pembunuhan Shireen Abu Akleh

18 Mei 2022 - 12:28 WIB

Shireen Abu Akleh-Tempo

Peci Terdakwa Disoal Jaksa Agung, sebagai Trik Kuno

18 Mei 2022 - 12:05 WIB

Trending di kempalanalisis