Teguh Wibowo
Ada pepatah Jepang “Karena satu paku terlepas maka tapal kuda lepas, karena tapal kuda lepas kuda tidak bisa berlari, karena kuda tidak bisa berlari maka pesan tidak dapat terkirim, dan karena pesan tidak terkirim maka kalah dalam perang”.
oyong mantep
“solar curah” hari ini ternyata menyisipkan jeritan (Admin Disway) untuk kembali beriklan, sulit untuk dapat sebersih “planetarium walisongo” ada apa gerangan? semoga hanya terlupa memindahkan baris perintahnya ke bawah komentar
Agustinus Marampa
Lagi lagi dan lagi, selama peluang mafia di Indonesia masih bisa leluasa ya itu anda sudah TAHU, mungkin sudah mendesak untuk Pak Dahlan saja yang turun tangan, kalau bisa dikaji kemungkinan untuk mendesak menggunakan system EKONOMI komunis (bukan faham komunis) agar keperluan masyarakat yang pokok tidak diganggu oleh siapapun, karena Dikuasai oleh Negara seluruhnya mulai dari bahan baku ,produksi Industri maupun distribusinya.
bagus aryo sutikno
Marilah kita berharap yg terbaik. Setelah krisis minyak goreng dilanjut krisis minyak solar, SEMOGA rakyat Indonesia jadi tertib saat antri. Agar saat krisis terigu datang dah pada siapp.
Martin Martono
Minyak goreng naik harga kasih blt Nanti kalau gula pasir mahal, bisa jadi akan ada blt lagi. Kalau telur harganya mahal bisa juga dicanangkan blt. BLT….
Johannes Kitono
Saat ini mau ikut komentar di Disway perlu perjuangan tinggi, seperti lansia usia 70 th nikah dengan perawan ting ting usia 18 th. Aki aki tanpa rekayasa viagra, jamu Arab atau Madura pasti tak berdaya. Angan angan dan harapan ingin naik kuda binal bisa jadi malapetaka. Mati jantungan di atas pelana. Wow jadi melebar untuk menggambarkan betapa rumitnya proses untuk ikut komentar sampai Aki tua vs Perawan. Akhirnya bisa masuk komentar dan penetrasipun sukses dengan happy ending juga. Puas dan lega seperti supir yang masih kebagian Solar Curah setelah antri 3 hari.
Johannes Kitono
Solar untuk daerah luar Jawa memang selalu ada masalah terutama di daerah Kalbar bukan hanya pada masa perang Rusia vs Ukrainia saja. Pemilik mobil diesel di sana yang tinggal di Pintu Lintas Batas Entikong sering mengisi BBM Solar di Tebedu, kota kecil di Sarawak dekat Entikong. Di sana lebih terjamin mutu dan tidak perlu antri. Silahkan isi sendiri dan bayar di kasir.Saat ini dengan naiknya harga BBM dunia Solar di Malaysia pasti lebih mahal dari Solar Subsidi Pertamina. Jadi lebih baik pakai mobil BBM non Solar di daerah Kalbar sehingga terhindar dari antri.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi