Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 19:08 WIB
Surabaya
--°C

Berpuasa Lillahita’ala (Ikhlas) dengan Kesabaran

Renungan Ramadhan 06 

Oleh : Ferry Is Mirza

Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

KEMPALAN: IBADAH puasa Ramadhan hendaknya dijalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Kesabaran dalam berpuasa menjadi keniscayaan yang tidak terelakkan. Artinya, jika kesabaran tidak dimiliki maka orang yang berpuasa hanya mendapatkan rasa haus dan dahaga tanpa merasakan keutamaan dalam ibadahnya.

PERUBAHAN pola hidup terjadi selama satu bulan penuh. Perubahan pola hidup tersebut bisa menjadi salah satu penyebab perubahan emosional seseorang. Contohnya pola makan. Kebiasaan dalam sehari semalam seseorang makan sebanyak tiga kali, rentang waktu antara setiap waktunya sekitar 5-6 jam.

PADA bulan Ramadan, waktu makan hanya 2 kali yaitu ketika sahur (sebelum subuh) dan waktu berbuka (magrib). Rentang waktu tersebut sekitar 13 jam. Dengan demikian, selama 13 jam tersebut terkadang membuat rasa lapar, haus, dan lemas dirasakan oleh orang yang berpuasa.

BACA JUGA: Petunjuk dan Nikmatnya Shiratal Mustaqim

NAMUN demikian, jika puasa tersebut diawali dengan kesabaran, perasaan yang dialami akan dilalui dengan ikhlas dan tanpa mengeluh sedikit pun. Sebab, inilah yang menjadi kekuatan dalam menangkal segala emosi yang timbul selama berpuasa.

KESABARAN dalam berpuasa menjadi keniscayaan yang tidak terelakkan. Artinya, jika kesabaran tidak dimiliki, orang yang berpuasa tersebut hanya mendapatkan rasa haus dan dahaga saja tanpa merasakan keutamaan dalam ibadahnya. Nabi Muhammad Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda, “Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.”
(HR. Ibnu Majah).

HAL tersebut terjadi karena seseorang yang berpuasa, tetapi tidak berpuasa dari apa yang Allah haramkan. Ia seakan menganggap bahwa puasa itu hanya menahan diri dari pembatal-pembatal puasa saja. Misalnya, berkata dusta, fitnah, ghibah (mengatakan aib orang lain) dan sifat buruk lain.

Hal itu dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahu Alayhi Wasallam dalam hadis beliau di bawah ini.

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan selalu mengamalkannya, Allah tidak butuh kepada puasanya.” (HR. Al-Bukhari).

PERMASALAHAN sekarang adalah apakah setiap orang yang berpuasa mengerti atau memahami tentang kesabaran dalam berpuasa ?

Perihal sabar Allah berfirman seperti di bawah ini :
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran : 200).

Secara umum, kesabaran dalam puasa terbagi menjadi tiga macam : Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah. Kedua, sabar menahan hal yang Allah haramkan. Ketiga, sabar atas takdir Allah.

Kesabaran dalam berpuasa akan berpengaruh pada jiwa dan raga orang yang berpuasa. Dengan demikian, sabar dalam berpuasa akan menjadi perisai dalan menghadap ujian kesabaran itu sendiri.

Semoga kita termasuk dalam orang sabar dalam melaksanakan puasa.
Dan Allah ridha menganugerahkan kepada kita semua: keselamatan dan rahmat, kesehatan dan kebahagiaan, umur panjang penuh berkah, rezeki halal, serta kemudahan mengarungi kehidupan. Aamiin yaa rabbal Aalamiin… 

fimdalimunthe55@gmail.com

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.