Teranyar, pengumuman Hasil Penilaian Akhir Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang didominasi alumni IPDN, sekolah kepamongprajaan.
Seperti, Achmad Dzulkarnain, Arif Susanto. Anwar Syahroni Yusuf, Sekretaris Bakesbangpol. Ach Laili Maulidy, Kabag Ekonomi dan SDA. Dan Heru Santoso, Kabag Umum Setda.
5 alumni IPDN ini menduduki rangking teratas di 5 OPD yang dilakukan seleksi calon pejabat pimpinan tinggi pratama. Nama Ach. Dzulkarnain, kini Camat Lenteng dan Arif Susanto, Camat Rubaru ada di urutan teratas dalam pengumuman itu.
Nama Dzulkarnain menjadi pembicaraan para aktivis karena nama Dzulkarnain ada di Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana yang sama-sama berada di urutan teratas.
Kemudian para aktivis memberi beberapa catatan atas perjalanan karir birokrasi Dzulkarnain. Mulai dari Camat Guluk-Guluk, Camat Kangayan hingga Camat Pasongsongan.
Singkatnya, para aktivis itu akan menyampaikan aspirasi kepada Bupati Lora Fauzi terkait kelebihan dan kekurangan Achmad Dzulkarnain yang penuh kontroversi.
Selain itu, para aktivis juga memprediksi nama Arif Susanto yang berada di urutan pertama di Dinas Lingkungan bisa terpilih.
“Tapi itu semua hak preogratif Bupati. Urutan pertama dalam seleksi bukan jaminan dilantik,” ucap Rausi Samorano dalam bahasan di warung kopi depan perpusda, Rabu sore.
Asmuni, peserta diskusi lain memprediksi Renita Salanti, calon Kadis DPMD. Meski berada di urutan ketiga, Ibu Ita-panggilan akrab Renita Salanti dinilai berpotensi terpilih.
Sayang, pemred transmadura ini tak menjelaskan alasan rasionalnya kenapa memprediksi Ibu Ita sebagai calon Kepala DPMD.
“Ibu Ita memang urutan ketiga. Tapi dia orang potensial. Alumni ITS dan belum ada catatan kontroversi selama berkarir di birokrasi,” dalih Asmuni.
Karena tak memberi dalih rasional. Haidar, peserta diskusi lain langsung menyebut Heru Santoso yang berada di urutan kedua berpotensi menjabat Kepala DPMD hasil lelang jabatan.
“Pak Heru itu Kabag Umum. Tugasnya selalu bersinggungan dengan keperluan Bupati. Secara emosional Heru lebih dekat dengan bupati dibanding peserta lainnya,” urai Haidar.
Entahlah diskusi bebas itu kok seperti pengamat. Karena saya tak mengikuti sejak awal wacana lelang jabatan eselon 2 itu.
Kesimpulan sederhana saya hanya melihat secara literlek. Apa yang tertulis dalam pengumuman itu, yang saya anggap berpotensi dilantik Bupati.
Selebihnya, saya serahkan kepada yang memiliki hak preogratif.
Siapa itu?
Ada penguasa alam dan seisinya, yaitu Allah SWT.
Juga ada penguasa birokrasi Pemkab Sumenep.
Begitu kata kura-kura dalam perahu.
Ngenom lu….

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi