Sosok Gus Dur dikenal sebagai kiai karena cucu KH Hasyim Asyari, pendiri NU. Juga dikenal pejuang demokrasi yang cendekia. Kecerdasannya diakui banyak orang.
Kelebihan itu menjelma menjadi sosok yang disegani kawan maupun lawan. Pada awal reformasi kharisma Gus Dur terpancar hingga mengantarkan ke kursi Presiden RI meski sesaat.
Kelebihan Gus Dur di atas menjadi kekurangannya. Apa itu? Gus Dur bukan milioner. Bahkan, kata Gus Mus selama mengenalnya, Gus Dur tak punya dompet.
Soal harta Gus Dur diakui banyak orang. Putri-putri Gus Dur hanya diwarisi nilai-nilai perjuangan untuk membela kaum tertindas.
Lain Kiai Fuad dan Gus Dur. Di Sumenep ada sosok Kiai Busyro Karim, MH Said Abdullah dan Achmad Fauzi.
Ketiga figur ini sengaja saya coba ulas sepintas karena mempengaruhi warna perpolitikan di Kabupaten Sumenep, 10 tahun terakhir.
Kiai Busyro, dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren dan juga politisi PKB. Beliau 2 periode menjabat Ketua DPRD Sumenep dan 2 periode sebagai Bupati Sumenep. Tapi beliau tak dikenal sebagai milioner. Kesimpulannya Kiai Busyro bukan sosok yang tajir melintir.
Beda dengan MH Said Abdullah. Ketua Banggar DPR RI ini dikenal sebagai orang tajir yang suka membantu orang.
Kelebihan MH Said dalam politik lokal Sumenep adalah siapa pun figur yang didorong maju sebagai Paslon di Pilkada Sumenep selalu menang.
Tapi kelemahan MH Said Abdullah adalah bukan putra pengasuh pesantren. Singkatnya, MH Said bukan representasi dari kelompok pesantren.
MH Said peka. Kekuatan kultur masyarakat Sumenep sebagai jaring politiknya ia kawinkan dengan Kiai Busyro.
Jadilah dua kekuatan menjadi satu ritme untuk mewarnai Pilkada Sumenep.
Lalu, bagaimana dengan Bupati Achmad Fauzi?
Setahun menjabat Bupati Sumenep, Lora Fauzi-mengutip panggilan Gus Yahya, Ketum PBNU-ibarat bangunan masih membuat pondasi.
Desain bangunan sudah selesai. Enam bulan pasca dilantik baru bisa menata reformasi birokrasi.
Salah satu yang menarik dari pola kepemimpinan Lora Fauzi di birokrasi Pemkab Sumenep adalah munculnya para alumni kepamongprajaan di setiap mutasi jabatan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi