SIDOARJO-KEMPAKAN: Kegagalan cabang olahraga voli di pentas nasional khususnya di PON memantik reaksi keras pelatih voli kelas nasional asal Sidoarjo Mashudi. Pelatih yang sudah kenyang pengalaman di dunia perbolavolian ini meminta Pengprov PBVSI Jatim sesegera mungkin untuk melakukan evaluasi bersama. Paling tidak mengajak bicara para pengurus Pengkab, Pengkot dan Dispora maupun KONI serta para pembina voli di Jatim.
” Saya merasa prihatin dengan kegagalan voli Jatim di arena nasional baik itu kejurnas maupun PON XX Papua. Padahal menurut Mashudi di Jatim ini gudangnya pemain,” tegas mashudi.

Masih menurut Udik sapaan akrab Mashudi di Jawa Timur ini banyak talenta muda yang bisa di persiapakan menuju PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara. Dari pengamatan Mas udik, ada sekitar 10-15 pemain yang tingginya standard nasional antara 180-185 cm. Dan kalau ini di tangani secara serius bukan tidak mungkin voli jatim bisa berprestasi lagi.
Seruan juga di sampaikan pembina klub Voli Jenggolo Sidoarjo Ahmad Roni. Klub yang berda di pinggiran Sidoarjo ini atau tepatnya di Desa Ganggang Panjang Tulangan Sidoarjo ikut prihatin.
Sebagai pembina puluhan pemain usia dini dan remaja ia merasakan dampak kegagalan voli Jatim di pentas nasional.

“Banyak pemain remaja binaannya kurang dapat perhatian dari pemerintah khususnya dari PBVSI. Padahal di daerah banyak potensi yang bisa di gali melaui klub-klub lokal,” terang Roni.
Roni juga berharap Pengprov PBVSI jatim lebih memperhatikan pemain hasil binaan klub-klub di Jatim. Di Jatim menurut Roni ada puluhan pemain yang bisa di proyeksikan ke jenjang Nasional bahkan di PON.(Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi