Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 15:57 WIB
Surabaya
--°C

Abolisi, Amnesti, dan Hattrick Prabowo Dhimam Abror Djuraid

KEMPALAN: Ibarat main bola, Prabowo mencetak hattrick alias trigol dalam matchday pekan ini. Di awal pekan dia membatalkan pemblokiran rekening bank menganggur oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan). Pemblokiran ini membuat resah masyarakat. Itulah gol pertama yang dicetak oleh Prabowo.

Berikutnya, Kamis 31 Juli 2025, Prabowo mencetak dua gol indah yang mengundang tepuk gemuruh membahana di segenap sudut stadion. Prabowo mengumumkan paket pembebasan Tom Lembong (Tomlem) dan Hasto Kristiyanto (Haskris) yang diadili karena kasus korupsi dan penyuapan.

Ibaratnya dua gol ini tercipta bukan dari skema permainan, melainkan gol individu. Meski demikian, gol itu dahsyat dan akan dikenang dalam sejarah. Abolisi yang diberikan kepada Tomlem mungkin mirip gol yang diciptakan oleh Roberto Carlos melalui tendangan bebas bak roket yang membuat kiper lawan terpengarah. Gol itu tercipta dalam pertandingan antara Brazil melawan Prancis, di Paris 1997.

Amnesti terhadap Haskris mungkin bisa digambarkan seperti goal of the century’’, Maradona pada Piala Dunia 1986 di Mexico City. Maradona menggiring bola dari lapangan tengah, melewati hampir seluruh pemain Inggris, termasuk kiper Peter Shilton. Gol ini oleh otoritas sepak bola dunia FIFA dinobatkan sebagai ‘’goal of the century’’, gol terbaik abad ini.

Tetapi, dalam pertandingan yang sama Maradona melakukan kecurangan beberapa menit sebelumnya. Ia menciptakan gol melalui tangan ketika menyambut bola lambung dari sisi kanan lapangan. Gol itu ‘’tercemar’’ sebagai ‘’Gol Tangan Tuhan’’. Ketika itu belum ada wasit video VAR, sehingga kecurangan itu tidak terdeteksi.

Prabowo mencetak banyak gol pada tahun pertama pemerintahannya. Tetapi tidak semuanya gol indah. Beberapa di antaranya bisa dikategorikan sebagai gol tangan tuhan. Prosesnya membingungkan dan kecurangannya tidak bisa dilihat dengan kasat mata.

Pekan yang lalu Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa wakil menteri yang merangkap komisaris BUMN melanggar undang-undang. Alih-alih menaati keputusan MK rezim Prabowo tetap jalan terus dengan keputusan rangkap jabatan itu. Achmad Muzani, orang dekat Prabowo, mengatakan bahwa tidak ada keharusan untuk menaati keputusan itu.

Alasannya adalah larangan rangkap jabatan berlaku untuk menteri. Tidak ada larangan eksplisit terhadap wakil menteri untuk rangkap jabatan. Kali ini Prabowo ingin menang dalam permainan sepak bola dengan cara membuat lapangan becek. Dia pura-pura tidak tahu bahwa bagi pemain inti dan pemain cadangan berlaku ‘’rule of the game’’ yang sama.

Perjanjian dagang Prabowo dengan Donald Trump juga membuat geram publik. Sulit dicerna ‘’nurul’’, bagaimana data pribadi 270 juta penduduk Indonesia dibarter dengan pengurangan pajak bea masuk ekspor ke Amerika.

Indonesia mendapat rabat pajak ekspor dari 32 persen menjadi 19 persen. Sebagai kompensasi Indonesia dipaksa untuk membangun kilang minyak di Amerika, padahal di Indonesia sendiri masih butuh kilang minyak. Indonesia dipaksa membeli pesawat produksi Boeing, yang sekarang tidak laku, karena sering kecelakaan. Prabowo membarter keselamatan pribadi dan keamanan data 270 juta warga negara Indonesia demi ekspor ke Amerika.

Reaksi terhadap abolisi dan amnesti Tomlem dan Haskris bermacam-macam. Banyak yang memuji. Banyak pula yang mencaci. Ada yang memakai teori konspirasi dengan mengatakan bahwa Prabowo ditekan oleh Vatikan untuk membebaskan Tomlem dan Haskris. Dua orang ini kebetulan Katolik.

Seorang netizen mengatakan bahwa Prabowo membuat keputusan ini atas perintah dari Solo. Dalam persidangan terungkap bahwa tidak ada aliran dana kepada Tomlem. Hakim tidak menemukan mens rea, niat jahat pada Tomlem. Bahkan, Tomlem mengatakan kebijakan impor gula itu dilakukan atas perintah Presiden Jokowi. Kata sang netizen Jokowi tidak mau ‘’kecipratan darah’’, lalu memerintahkan kepada Prabowo untuk membebaskan Tomlem.

Bagi Prabowo pembebasan Haskris bisa menjadi alat political bargain. Apalagi momentum itu bersamaan dengan pelaksanaan Kongres PDIP di Bali, 1 Agustus 2025.

Tidak ada makan siang gratis. Adam Smith dalam Wealth of Nations (1776) mengatakan bahwa motif semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia adalah untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Prabowo ingin membarter pembebasan Haskris untuk mendapatkan dukungan dari PDIP.

Megawati Soekarnoputri—yang baru terpilih secara aklamasi menjadi ketua umum sampai 2030—sudah membayar voorschot kepada Prabowo dengan memerintahkan kader-kadernya untuk mendukung rezim Prabowo. Lunas sudah tit for tat dari Megawati dan Prabowo.

Prabowo sudah menaikkan gaji hakim 280 persen, tetapi peradilan sesat masih terjadi. Dalam 23 kali sidang tidak ada bukti Tomlem bersalah. Bukti kesalahan Haskirs pun tidak semuanya meyakinkan. Tapi hakim menerapkan pasal ‘’setelan pabrik’’, untuk menjerat Tomlem dan Haskris. Intersep politik kuat sekali dalam kasus ini.

Prabowo pernah mengintersep kasus korupsi timah yang menyebabkan hukuman Harvey Moeis melonjak dari 6,5 tahun menjadi 20 tahun. Masih harus ditunggu apakah Prabowo juga akan melakukan intersep terhadap kasus ijazah palsu, dengan potensi tersangka Trio Tiroris (Tifa, Roy, Rismon).

Prabowo memberikan abolisi dan amnesti untuk menghindari tekanan politik dari atas dan bawah. Tomlem dikenal sebagai orang dekat Anies Baswedan, yang punya massa pendukung dari kalangan menengah atas. Haskris punya massa grass root dari PDIP. Prabowo tidak mau menjadi korban ‘’political sandwich’’, terjepit dari atas dan bawah.

Kalau terlambat bertindak Prabowo bisa terjepit di tengah-tengah. Masih untung menjadi sandwich. Bisa-bisa Prabowo menjadi tempe penyet. ()

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.