Mereka yang awalnya hanya orang biasa, lantas jadi idola publik, terkenal dan berkecukupan dalam waktu singkat setelah berhasil memenangi berbagai kontes itu. Keterkenalan seolah bisa dicapai dengan cara singkat, tanpa perlu proses panjang.
Namun, tidak semua orang yang merasa bisa membeli masa depan itu mampu bertahan lama. Banyak contoh betapa mereka mendadak menghilang hanya dalam hitungan bulan. Masa depan yang dibeli itu hanya bertahan singkat. Mereka kemudian tenggelam dan dilupakan zaman.
Revolusi digital semakin membuai banyak orang untuk meraih mimpi kilat itu. Berbagai platform tersedia untuk mereka yang bermimpi menjadi terkenal dan kaya dalam waktu singkat, tanpa perlu proses panjang yang lelah dan membosankan.
BACA JUGA: Juragan99
Platform digital menyediakan segalanya. Ingin menjadi crazy rich cepat buatlah platform investasi bodong yang menjual mimpi. Ingin menjadi bintang pintas belilah subscriber dalam bentuk robot dan botch. Semuanya tersedia dengan mudah asal ada uang.
Di masa lalu, menjual tubuh, adalah pekerjaan memalukan. Ada yang melakukannya di pinggir jalan di keremangan malam. Memamerkan diri kepada laki-laki iseng, sambil bersiap-siap lari kalau ada razia. Ada yang menetap di lokalisasi, ada yang beroperasi secara lebih elite di rumah-rumah bordil.
Platform digital mengubah semua susah payah itu. Platform digital menjadi ‘’market place’’ pasar tempat pembeli dan penjual bertemu, melakukan bargain, lalu bertransaksi. Semua dilakukan dengan cepat dan mudah tanpa harus bertemu muka. Kerahasiaan terjamin, kepercayaan pun terjamin.
Penjual tubuh digital tidak perlu berdiri di pinggir jalan. Cukup masuk ke platform porno atau semi porno, memajang foto-foto, menetapkan tarif, pelanggan datang, dan uang pun mengalir. Transaksi bisa berkembang mulai sekadar pamer tubuh sampai layanan yang lebih advance.
BACA JUGA: Bang Toyib
Salah satu platform itu bernama OnlyFans. Namanya menarik. Khusus penggemar, kira-kira begitu arti harfiahnya. Platform ini menyediakan layanan bagi laki-laki hidung belang untuk memuaskan keinginannya secara berbayar dan berlangganan. Laki-laki itu disebut sebagai hidung belang. Entah mengapa. Padahal tidak ada belang di hidungnya.
Gusti Ayu Dewanti bermimpi terkenal dan kaya dalam 15 menit. Ia pun masuk ke platform OnlyFans, memamerkan tubuhnya. Pelanggannya berdatangan, membayar lima sampai tujuh dolar untuk melihat foto-fotonya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi