Minggu, 31 Mei 2026, pukul : 02:14 WIB
Surabaya
--°C

Akan Ada 39 Cabor SEA Games 2023, Masih Bisa Bertambah

JAKARTA-KEMPALAN: Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) sudah merilis 39 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di SEA Games 2023 Kamboja, 5-17 Mei 2023 mendatang.

Namun, angka ini potensial bertambah mengingat ada beberapa cabor yang masuk dalam pertimbangan dan baru akan diputuskan di SEAGF Meeting , September 2022.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Ferry Kono mengatakan SEAGF Meeting yang berlangsung di Phnom Penh pada 10-13 Juli memutuskan 39 cabor akan dipertandingkan pada pesta olahraga dua tahunan terakbar kawasan ASEAN, tahun depan.

BACA JUGA: Setelah SEA Games, Begini Agenda Multievent hingga 2023

Dari cabor tersebut, beberapa di antaranya merupakan usulan yang disampaikan NOC Indonesia.

“Kami memperjuangkan pencak silat, dan akhirnya disetujui. Bahkan kemungkinan akan ada 22 nomor yang dipertandingkan di SEA Games mendatang. Begitu juga cabor yang kami usulkan sebelumnya, yaitu polo air, wushu, dan jetski juga telah dipastikan akan dipertandingkan,” kata Ferry.

“Keputusan ini potensial bisa bertambah karena ada beberapa cabang olahraga yang masih dalam pertimbangan, seperti panahan, menembak, dan kurash. Ini karena Kamboja tidak memiliki atlet, peralatan, dan bahkan federasi nasional sehingga beberapa NOC berkomitmen untuk membantu tuan rumah,” lanjut Ferry.

BACA JUGA: NOC Indonesia-IOA: Saatnya Ber-mindset Olimpiade

NOC Filipina, kata Ferry, salah satu yang berkomitmen untuk memberikan bantuan pelatihan hingga peralatan. Namun, tuan rumah masih menunggu realisasi bantuan yang ditawarkan, sehingga tambahan cabor baru bisa diputuskan September.

BACA JUGA  Konsistensi Tanpa Henti: Gribin Volleyball Club Kembali Pasok Talenta ke Skuad Porprov Surabaya

Hal serupa juga dilakukan NOC Indonesia ketika memperjuangkan pencak silat, olahraga beladiri asli Indonesia, agar bisa dipertandingkan di SEA Games edisi ke-32 nanti.

NOC Indonesia berkomunikasi dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) untuk dapat membantu Kamboja, sehingga setelah semua bantuan dipastikan tuan rumah pun akhirnya memutuskan mempertandingkannya.

“Terkait usulan rowing dan kano belum ada hasilnya karena tuan rumah  memiliki spesialisasi tradisional dragon boat. Kami anggota SEAGF juga tidak bisa banyak memaksa karena Kamboja juga banyak memainkan nomor yang bukan unggulan mereka. Tapi, kami tetap akan berusaha memperjuangkannya dan semoga dapat diputuskan September mendatang,” ujar Ferry.

BACA JUGA: Banyak Atlet Muda Sumbangkan Emas SEA Games, CdM: Modal Indonesia di Multievent Berikutnya

Lelaki yang menjabat sebagai Chef de Mission SEA Games 2021 Vietnam ini menilai, Kamboja memiliki concern penuh terhadap penyelenggaraan SEA Games. Sebagai informasi, Kamboja sejatinya pernah ditunjuk untuk menjadi tuan rumah SEA Games 1963, tetapi terpaksa dibatalkan karena situasi politik internal yang terjadi di negara mereka.

“Saya melihat, Kamboja lebih serius dibandingkan Vietnam. Mereka bahkan menyiapkan dan membangun venue serta athlete village yang terpusat di Phnom Penh untuk SEA Games. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen bahkan datang langsung dalam pembukaan SEAGF Meeting, ini juga menjadi bukti bahwa mereka sangat concern. Bahkan mereka juga merekrut tenaga profesional, dari OCA (Dewan Olimpiade Asia) untuk membantu mereka,” kata Ferry.

BACA JUGA  Dekade Baru Ashuma: Revolusi Sport Science dan Pemulihan Atlet Nasional Berpusat di Sidoarjo

Terkait protokol kesehatan dan antisipasi pencegahan penyebaran virus covid-19, Ferry mengatakan tuan rumah meyakinkan kepada 10 negara partisipan yang akan hadir di pesta olahraga dua tahunan kawasan Asia Tenggara bahwa mereka siap. Terutama karena masyarakat Kamboja telah menerima lima kali dosis vaksin.

“Jadi imunitas mereka bisa dikatakan lebih terbentuk dibanding tamu-tamunya. Mereka meyakinkan dengan dosis kelima yang sudah diterima oleh masyarakatnya menunjukkan bahwa tamu-tamu yang hadir tidak perlu khawatir,” tambah Ferry.

 

Daftar Cabor SEA Games Kamboja 2023

  1. Atletik (track & field dan maraton)
  2. Akuatik (renang, loncat indah, polo air)
  3. Bulutangkis
  4. Basket (5×5 dan 3×3)
  5. Tinju
  6. Biliar&Snooker
  7. Binaraga
  8. Catur (Xianqi dan Ok Chakktrong)
  9. Kriket
  10. Balap sepeda (road dan MTB)
  11. Dance Sport
  12. Esports
  13. Endurance Race (Aquatlon, Duathlon & Triathlon)
  14. Anggar
  15. Selam
  16. Bola Lantai
  17. Sepak Bola
  18. Senam (Artistik dan Aerobik)
  19. Hoki (Lapangan dan Indoor)
  20. Jetski
  21. Judo
  22. Karate
  23. Kun Khmer (Muay)
  24. Martial Arts (Arnis, Jujitsu, Kickboxing, Kun Bokator, Martial Art Korea: ITF Rules & Vovinam
  25. Obstacle Race
  26. Pentaque
  27. Layar
  28. Sepak Takraw
  29. Pencak Silat
  30. Soft Tennis
  31. Tenis Meja
  32. Taekwondo
  33. Tenis
  34. Traditional Boat Race
  35. Voli (Indoor dan Pantai)
  36. Angkat besi
  37. Gulat
  38. Wushu

*Ekshibisi*

  1. Beach Teqball

(NOC Indonesia, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.