LOMBOK TENGAH-KEMPALAN: Kamis siang (24/3), Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, didatangi beberapa orang yang ternyata adalah tim inspeksi dari Federasi Otomotif Internasional (FIA).
Rombongan tersebut datang dengan didampingi perwakilan dari Ikatan Motorsport Indonesia (IMI) dan ditemui langsung oleh Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria.
“Ini kunjungan tidak resmi. Mereka sebelumnya menginspeksi lintasan untuk Formula E yang ada di Tanjung Priok. Mereka saya undang ke sini (Sirkuit Mandalika) untuk melihat sirkuit ini,” tutur Priandhi. Tujuannya adalah mencari celah untuk mengantongi homologasi Grade A FIA.
Grade A FIA akan mengikuti jejak Sirkuit Mandalika setelah mengantongi Grade A FIM untuk salah satu syarat gelar MotoGP. “Kami tak muluk-muluk, paling tidak tahun depan kami sudah mengetahui level homologasi kami ada di mana,” harap Andhi (sapaan akrab Priandhi).
BACA JUGA: MGPA Konfiden Grade A untuk Sirkuit Mandalika
MGPA pun akan mengirimkan dokumen berisi foto-foto dan data-data tentang sirkuit. ’’Saya sudah berjanji kepada mereka akan mengirimkan detail tentang sirkuit ini. Panjang lintasan berapa, lebar track-nya juga berapa. Sampai ke yang detail-detail lainnya,’’ sambung Andhi.
Walaupun sudah masuk di dalam kalender GT World Challenge Asia pada seri keenam, 21 – 23 Oktober mendatang, ternyata FIA belum memberikan grade homologasi kepada Sirkuit Mandalika di dalam menggelar ajang balapan kendaraan roda empat.
Andhi menjabarkan syarat-syarat untuk mendapatkan grade A homologasi roda empat.
Di dalam lintasan misalnya. Selain lintasan dari sisi tipikal tikungannya yang berbeda dan panjang lebarnya juga berbeda, di pinggir lintasan pun harus disiapkan forklift guna mengangkut keluar mobil saat terjadi insiden kecelakaan.
BACA JUGA: Pengaspalan Ulang Sirkuit Mandalika Selesai Sehari Lebih Awal dari Semula
Begitu pula dengan syarat-syarat yang harus disiapkan di luar lintasan. Apalagi untuk jadi tuan rumah penyelenggara balapan mobil bergengsi sekelas Formula 1. Menurut Andhi, pihaknya harus melakukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait.
Seperti dari sisi teknis pengangkutan mobil ketika setibanya di bandara, jumlah total kamar hotel yang dibutuhkan, dan juga akses transportasi dari kog dan menuju ke lokasi sirkuit. Bukan pekerjaan yang ringan. Tapi bukan tidak mungkin untuk diwujudkan. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi