Dalam budaya politik demokrasi yang sudah maju kelangkaan minyak goreng seperti ini akan membuat menteri perdagangan mengundurkan diri. Krisis semacam ini bahkan bisa membuat sebuah kabinet pemerintahan jatuh atau perdana menterinya mengundurkan diri. Di Jepang seorang menteri bisa melakukan bunuh diri, harakiri, karena gagal menjalankan tugasnya.
Tapi, itu kan budaya Barat, bukan budaya Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Dalam tradisi Barat ada ‘’guilt culture’’ budaya rasa bersalah. Orang akan merasa bersalah ketika gagal atau melakukan kesalahan. Kosekuensinya dia melepas dan mundur dari jabatannya.
BACA JUGA: Kemah Nusantara
Tradi Jepang mengenal ‘’shame culture’’, budaya malu. Orang akan malu kalau gagal atau melakukan kesalahan. Konsekuensinya ia akan mundur kalau melakukan kesalahan yang memalukan. Dalam banyak kasus ia akan bunuh diri untuk menebus rasa malu.
Tradisi Indonesia tidak mengenal gulit culture maupun shame culture. Tradisi Indonesia tidak kenal budaya bersalah maupun budaya malu. Tidak pernah merasa bersalah dan tidak pernah merasa malu.
Menteri perdagangan Muhammad Lutfi minta maaf karena krisis minyak goreng ini. Ia berjanji akan membongkar kasus penimbunan minyak goreng dan melaporkannya kepada polisi. Publik sudah menduga mereka yang ditangkap paling-paling penimbun kelas coro.
Penangkapan itu tidak lebih dari upaya cuci muka dan cuci tangan. Penangkapan itu hanya mengulik problem di hilir, sementara problem di hulu tidak tersentuh. Tindakan model kosmetik itu lebih mirip pencitraan daripada penindakan yang komprehensif. Meme di media sosial menyebutkan bahwa kelangkaan minyak goreng makin parah karena diborong dan ditimbun oleh para buzzer untuk menggoreng berita dan menutupi kegagalan pemerintah.
BACA JUGA: Flexing
Publik sudah curiga ada kartel penimbun minyak goreng yang dibekingi kekuatam oligarki ekonomi yang berkongkalikong dengan oligarki politik. Para oligark itu ‘’the untouchables’’ orang-orang yang tidak tersentuh.
Setelah para penimbun ditangkap apakah krisis minyak goreng bisa dituntaskan? Mudah-mudahan demikian, meskipun tidak banyak orang yang yakin.
Kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali ngelus dada. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi