Fokus Pengelolaan Pengaduan Ketenagakerjaan, Tim Matching Fund Ubaya dan Disnakertrans Jatim Kreasikan Pendekar Digital

waktu baca 4 menit
Salah satu tim Matching Fund Ubaya tahun 2022 ini mengambil judul Digitalisasi Pengelolaan Pengaduan Ketenagakerjaan Berbasis Digital pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur.  Sebagai ketua tim adalah Erly Aristo dan didukung beberapa dosen sebagai anggota, yaitu  Wafia Silvi Dhesinta Rini, Ahmad Miftah Fajrin, Tutut Ferdiana Mahita Paksi, dan Nabbilah Amir.

SURABAYA-KEMPALAN: Pendekar berarti orang yang pandai bela diri, bersilat, bermain pedang, dan semacamnya. Terbayang pada benak kita, pendekar adalah pembela kebenaran, pelindung orang lemah, dan penegak keadilan. Namun, pendekar yang diangkat kali ini berbeda. Kerjasama Tim Matching Fund Universitas Surabaya (Ubaya) dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim) menggagas menghasilkan pendekar digital. Inovasi kreatif berupa web digitalisasi pengelolaan pengaduan ketenagakerjaan dengan nama pendekar yangmerupakan singkatan dari Pengelolaan Pengaduan Ketenagakerjaan.

Matching Fund adalah program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Perguruan Tinggi dengan pihak Mitra sebagai bentuk daya dukung atas reka cipta dan inovasi. Salah satu tim Matching Fund Ubaya tahun 2022 ini mengambil judul Digitalisasi Pengelolaan Pengaduan Ketenagakerjaan Berbasis Digital pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur.  Sebagai ketua tim adalah Erly Aristo dan didukung beberapa dosen sebagai anggota, yaitu  Wafia Silvi Dhesinta Rini, Ahmad Miftah Fajrin, Tutut Ferdiana Mahita Paksi, dan Nabbilah Amir.

Salah satu tim Matching Fund Ubaya tahun 2022 ini mengambil judul Digitalisasi Pengelolaan Pengaduan Ketenagakerjaan Berbasis Digital pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur.  Sebagai ketua tim adalah Erly Aristo dan didukung beberapa dosen sebagai anggota, yaitu  Wafia Silvi Dhesinta Rini, Ahmad Miftah Fajrin, Tutut Ferdiana Mahita Paksi, dan Nabbilah Amir.

“Tim Matching Fund kami bekerjasama dengan Disnakertrans Jatim. Kami menggagas inovasi yang dilatarbelakangi oleh digitalisasi yang semakin maju, termasuk di bidang ketenagakerjaan. Masyarakat, termasuk pihak industri, kadang mengeluhkan layanan pengaduan ketenagakerjaan. Kadang tidak bisa dilacak proses dan tindak lanjutnya. Hadirnya inovasi digital, berupa sistem pengelolaan pengaduan ketenagakerjaan, diharapkan mampu memberi jawaban. Sehingga, terpenuhi kebutuhan pengelolaan layanan yang lebih responsif, transparan. Sekaligus, memudahkan masyarakat untuk mengakses namun tetap dengan jaminan kerahasiaan data,” jelas Erly Aristo.

Lebih lanjut Early Aristo situs web Pendekar ini dapat dimanfaatkan dan membantu masyarakat industrial ketika memiliki masalah ketenagakerjaan dan ingin melakukan pengaduan. “Harapan kami sebagai tim Matching Fund Ubaya, melalui web Pendekar ini prosesnya lebih cepat. Pengelolaan pengaduan lebih transparan. Masyarakat mudah dan cepat menyampaikan pengaduan. Bukan hanya itu. Masyarakat juga melacak proses pengaduannya. Hal ini tentu saja mendukung layanan pemerintah dalam mewujudkan pelayanan public yang mencerminkan asas good governance,” tambah Early Aristo.

Kemarin (14/12) dilakukan Public Hearing situs web ini. Acara bertempat di Disnakertrans Jatim acara dihadiri langsung Kadisnakertrans Jatim Dr. Himawan Estu Bagijo, S.H, M.H. Pada kesempatan ini  tim Matching Fund Ubaya melakukan serah terima web, video tutorial dan juga buku saku pedoman penggunaan web. Public hearing juga dihadiri oleh beberapa calon tenaga kerja, bidang Hubungan Industrial dan jaminan sosial, bidang pengawasan dan K3, serta Wakil Dekan II Fakultas Hukum Ubaya Dr. Wisnu Aryo Dewanto, S.H., Ll.M., LL.M.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Jatim Dr. Himawan Estu Bagijo, S.H, M.H. menyambut baik inovasi yang digagas oleh tim Ubaya ini. Selama ini pengaduan ketenagakerjaan dilakukan secara offline,  baik kasus pidana maupun perdata, misalkan perselisihan hubungan industrial. Artinya, pelapor harus datang ke kantor Disnaker. Membawa surat pengaduan dalam bentuk cetak.

“Melalui program inovasi berupa web Pendekar ini pengelolaan pengaduan lebih tersistematisasi. Pelapor dapat melakukan pengaduan di mana saja dan kapan saja. Dengan catatan harus mengisi identitas pelapor dan terlapor secara benar. Digitalisasi dan perkembangan teknologi adalah hal yang perlu disambut dengan baik. Dalam konteks ketenagakerjaan, digitalisasi ini penting. Bermanfaat  untuk terus mengawal dan menjadikan layanan publik semakin mantap. Kerjasama yg dilakukan antara Ubaya dengan Disnakertrans Jatim merupakan langkah yang luar biasa. Kami berharap mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat industrial,” demikian harapan dari Dr. Himawan Estu Bagijo, S.H, M.H.

Kadisnakertrans Jatim juga menginginkan ke depannya masyarakat yang ingin melakukan pelacakan proses laporan/pengaduan tidak perlu lagi harus datang ke kantor Disnakertrans Jatim. Pelacakan dapat dilakukan secara online melalui situs web. “Disnakertrans Jatim menyediakan sarana digital untuk memberi kemudahan bagi masyarakat. Khususnya terkait pengaduan bidang ketenagakerjaan. Silakan mengakses situs web Pendekar. Lakukan proses pengaduan secara daring. Masyarakat juga bias mengecek atau melacak sampai di mana proses pengaduannya. Pelapor tidak perlu datang ke kantor Disnakertrans Jatim jika ingin mengetahui proses pelaporan yang dilakukannya,” pungkas Dr. Himawan Estu Bagijo, S.H, M.H Kadisnakertrans Jatim. (*)

Editor: Freddy Mutiara

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *