KEMPALAN: Presiden Jokowi mengawali rangkaian pembangunan ibukota baru dengan ritual ‘’Kemah Nusantara’’, menginap semalam, Minggu (13/3). Jokowi mengumpulkan tanah dan air dari semua provinsi di Indonesia yang dibawa oleh masing-masing gubernur. Ritual ini merupakan praktik budaya pindah rumah orang Jawa. Ritual ini menjadi gaya khas Jokowi yang akrab dengan budaya Jawa yang berbau kejawen.
Di berbagai wilayah dunia budaya pindah rumah punya kekhasan masing-masing. Di Barat ada pesta kecil yang disebut ‘’house warming party’’ alias pesta menghangatkan rumah. Biasanya, seseorang yang pindah rumah atau apartemen mengundang sejumlah kerabat dan teman-teman dekat ke rumah baru dan mengadakan pesta kecil, makan-makan, minum-minum sambil bercengkerama santai. Tidak ada ritual khusus apapun dalam pesta ini.
Orang Jawa punya tradisi tersendiri ketika hendak pindah rumah. Salah satunya disebut sebagai ‘’Ngangslupi Omah’’ yang mirip dengan house warming party, tetapi dilengkapi dengan tradisi klenik khas kejawen. Dalam prosesi itu tuan rumah melakukan kulanuwun, izin masuk ke rumah yang baru.
Tradisi kejawen mengakui keberadaan makhluk metafisis sejenis jin, demit, setan, perayangan, yang menguasai tempat-tempat tertentu. Pemercaya kejawen percaya semua tempat ada penunggunya, dan para penunggu dari kalangan makhluk halus itu punya komandan atau penguasa yang disebut sebagai ‘’baureksa’’ yang menjadi penguasa di wilayah itu.
BACA JUGA: Flexing
Prosesi ngangslupi omah adalah upaya minta izin dan minta perlindungan spiritual dari penguasa dunia gaib setempat. Upacara dilakukan secara simbolik dengan membawa beras, sejumput tanah dari rumah lama, sapu lidi, kendi, tikar, bantal, dan guling disertai dengan lampu tempel ublik yang sudah menyala.
Menurut Prof. Simuh, dunia simbolik orang Jawa penuh dengan perlambang yang punya makna tertentu. Beras melambangkan kemakmuran, sedangkan air melambangkan kelimpahan rezeki. Beras dan air bersih harus dibawa masuk lebih dahulu saat pindah rumah. Dan beras itu dicuci, kemudian air beras pusuhan tersebut dipercikkan ke sekeliling rumah.
BACA JUGA: Dokter Sunardi
Seseroang secara simbolis menyapu halaman dengan sapu lidi, dan di belakangnya sejumlah orang memercikkan air dan menyebarkan beras ke sekeliling. Setelah prosesi selesai baru rombongan kemudian memasuki rumah.
Di daerah lain di Jawa upacara pindah rumah disebut sebagai ‘’slup-slupan’’ atau selamatan untuk menempati rumah baru. Rangkaian ritual dan prosesinya tidak jauh beda dengan ‘’ngangslupi omah’’. Istilah ‘’ngangslupi’’ punya akar kata yang sama dengan slup-slupan, yaitu ‘’slup’’.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi