Prosesi selamatan slup-slupan dimulai dengan mengundang keluarga besar dan tetangga sekitar, biasanya satu dusun. Setelah tamu undangan hadir, uba rampe berupa nasi gurih beserta pelengkapnya diletakkan di tengah undangan, kemudian didoakan. Setelahnya dibagi untuk dimakan bersama-sama
Praktisi kejawen menganggap momentum pindah rumah baru sebagai saat yang sakral. Ritual slup-slupan yang lengkap biasanya diawali dengan orang memegang sapu lidi untuk menyapu, dan satu orang lagi memegang lampu minyak dan kendi tempat air.
BACA JUGA: Super Semar
Dua orang ini akan berdoa terlebih dahulu di depan rumah dan setelah berdoa, kemudian mereka mengitari rumah dengan menyapu dan menyirami sekeliling rumah dengan air. Biasanya doa dilakukan secara Islam. Di beberapa daerah masih ada yang melengkapi upacara dengan bakar kemenyan sebagai pelengkap sesajen yang berupa kembang setaman.
Yang tidak kalah penting adalah perhitungan naga dina, atau perhitungan hari baik yang dipercaya membawa keberuntungan. Jokowi sangat percaya kepada perhitungan primbon Jawa dan punya hari baik yang menjadi andalannya, yaitu Rabu Pon. Kalender Jawa mengenal lima hari, Kliwon, Legi, Paing, Pon, dan Wage.
Rabu Pon menjadi favorit Jokowi untuk melakukan keputusan-keputusan penting, misalnya melantik pejabat atau melakukan resafel kabinet. Dalam beberapa kasus resafel dan pelantikan menteri, Jokowi memilih hari Rabu sebagai hari favorit. Hal yang sama diambil Jokowi ketika menghitung pelaksaan gawe politik nasional seperti pemilu.
BACA JUGA: MUI dan Islamisme
Tradisi slup-slupan atau ngangslupi omah itulah yang dilakukan Jokowi pada saat melakukan Kemah Nusantara di IKN Nusantara, Minggu (13/3). Dalam acara itu 34 gubernur dari seluruh Indonesia diundang dan diminta membawa uba rampe tanah dan kendi berisi air dari wilayah masing-masing.
Prosesi ngangslupi omah ala IKN kali ini mengalami beberapa modifikasi. Jokowi dan para gubernur tidak membawa sapu lidi atau tikar bersama lampu teplok. Tikar untuk alas tidur sudah disiapkan di tenda khusus yang dipakai Jokowi untuk menginap.
Semua tanah dan air yang dibawa para gubenur itu dikumpulkan menjadi satu dalam gentong dan kendi besar yang dinamai ‘’Kendi Nusantara’’. Kendi dan gentong itu kemudian ditanam di titik nol IKN Nusantara.
Ritual ini menjadi simbolisasi politik dengan berbagai interpretasi. Para gubernur melaksanakan titah Jokowi ini dengan caranya masing-masing, yang sekaligus bisa menjadi cermin budaya politik mereka. Ada yang mengikuti pendekatan budaya dan historis-mistis ala Jokowi. Tapi ada juga yang lebih memakai pendekatan simbolik-rasional.
BACA JUGA: The Hunger Games
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridawan Kamil lebih cenderung mengikuti tradisi kejawen Jokowi. Khofifah mengambil tanah dari petilasan Majapahit di Mojokerto, dan mengambil air dari sumber air di lokasi bekas keraton Majapahit.
Pengambilan air dan tanah dilakukan dengan ritual lengkap dalam prosesi ‘’Mendhet Tirta lan Siti’’, mengambil air dan tanah, di kawasan Sumur Upas, Candi Kedaton, Trowulan. Dalam prosesi itu Khofifah mengambil tanah kedaton dan air dari mata air Banyu Panguripan di Desa Pakis, Trowulan.
Khofifah menyebut tanah dan air itu mempunyai nilai historis dan sekaligus punya makna keramat. Tanah Trowulan diharapkan membawa berkah bagi ibukota baru dan membawa kejayaan sebagaimana yang pernah dicapai oleh Kerajaan Majapahit. Presiden Jokowi pasti berbunga-bunga menerima persembahan Khofifah ini.
Gubernur Ganjar Pranowo agak malu-malu mengakui dari mana tanah dan air dia ambil. Tapi, dia mengaku sudah berkonsultasi dengan ‘’orang tua dan orang pintar’’, dan disarankan mengambil tanah dan air dari punjer Jawa di gunung yang ada di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Ustaz Radikal
Sangat mungkin Ganjar mengambilnya dari Gunung Lawu yang dikenal sebagai salah satu gunung yang penting dalam tradisi kekuasaan Jawa. Gunung itu berada di wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jokowi yang berasal dari Solo disebut juga sebagai ‘’Putra Gunung Lawu’’. Jokowi akan senang menerima persembahan Ganjar.
Gubernur Ridwan Kamil mengambil air dan tanah dari 27 provinsi di wilayah Jawa Barat yang diyakini punya nilai kearifan lokal yang keramat. Ridwan Kamil melakukan prosesi adat untuk menerima air dan tanah lokal itu dari para kepala daerah di wilayahnya. Jokowi akan tersenyum menerima haturan Ridwan Kamil.
Anies Baswedan punya pendekatan yang lebih simbolis-rasional dibanding ketiga rekannya itu. Anies mengambil tanah dari wilayah rumah susun Akuarium di Jakarta Utara. Tidak ada ritual adat maupun doa-doa. Sejumlah ibu-ibu dengan membawa skop mengambil tanah dan meletakkannya ke sebuah tempat dan menyerahkannya kepada Anies untuk dibawa kepada Jokowi.
BACA JUGA: Matinya Demokrasi
Anies menganggap kampung Akuarium sebagai simbol harapan rakyat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Anies membangun perumahan susun Akuarium untuk menampung rakyat yang tergusur.
Entah bagaimana reaksi Jokowi menerima persembahan Anies ini. Warga kampung Akuarium digusur oleh Ahok, dan ditampung oleh Anies. Menerima persembahan Anies mungkin Jokowi menggerundel dalam hati, merasa kena tampol. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi