KEMPALAN: Sebaik apapun yang kamu lakukan, tentu tak akan pernah mendapat tempat bagi siapapun yang tidak menyukaimu. Nampaknya kata-kata ini cocok disematkan kepada pribadi Anies.
Sikap adil mulai dari pikiran ternyata tidak semua orang bisa melakukannya, apalagi kalau kebencian sudah membuncah, Kadang-kadang nalar intelektual tak mampu meredam nya. Tak pandang anda bergelar professor atau rakyat biasa.
Nampaknya ini yang terjadi Anies Baswedan, Gubernur Jakarta. Meski dik kenal santun, cerdas, toleran, nasionalis ditambah keturunan seorang pejuang kemerdekaan, tapi apapun yang beliau lakukan, meski itu mengharumkan nama Indonesia dan berpihak pada kepentingan rakyat, akan tetap salah dimata orang-orang yang sudah kehilangan akal sehat dan nuraninya. Apapun yang dilakukan oleh Anies akan dicari kesalahannya atau bahkan akan disalahkan. Anies memang selalu serba salah.
Anies menutup reklamasi pantai utara Jakarta, karena membela kepentingan nelayan, dianggap salah oleh para pendukung oligarki.
BACA JUGA: Jokowi Beri Dukungan Anies
Anies menghadiri kegiatan soft launching ibu kota nusantara ( IKN), disana ada gubernur yang pingsan, Anies disalahkan karena membawa tanah dan air yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Anies menghadiri perhelatan ajang MottoGP di sirkuit Mandalika, lalu disana terjadi hujan deras, lagi-lagi Anies yang salah. Anies memang tak ada benarnya dimata mereka.
Anies membangun JIS dan Sirkuit Formula E di Ancol, dianggap salah dengan alasan ditengah pandemi, tidak empati, padahal pembangunan dan komitmen untuk kegiatan itu dilaksanakan jauh hari sebelum adanya pandemi covid 19.
Anies dicari-cari kesalahannya, yang paling norak dilakukan oleh Giring, Ketua PSI dan Gembong Warsono, PDIP.
Kedatangan Jokowi di Sirkuit Ancol ajang Formula E dalam rangka memberi dukungan terlaksananya event tersebut dan disambut baik serta dilayani, itupun Anies masih dianggap salah.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi