Minyak goreng menghilang Mega malah menyalahkan rakyat. Mungkin karena PDIP sudah terbiasa menghadapi kasus kehilangan, jadinya tenang-tenang saja. PDIP, misalnya, sudah lama kehilangan Harun Masiku, en toch, tetap tenang-tenang saja.
Mega harusnya bangga, rakyatnya militan dan tangguh dalam menghadapi tantangan. Tidak peduli hujan dan angin, tetap bersemangat tinggi untuk mendapatkan minyak goreng. Mega harusnya bangga karena rakyat sekarang sudah lebih disiplin. Buktinya, tiap hari mereka mempraktikkan antre dengan tertib sampai mengular puluhan meter.
BACA JUGA: Remis
Mega juga bisa bernostalgia melihat antrean panjang itu, karena adegan seperti itu sudah lama tidak pernah terjadi. Dulu, waktu Mega masih kecil saat bapaknya menjadi presiden, antrean panjang terjadi dimana-mana. Antre menjadi pemandangan yang biasa. Tapi, setelah itu tidak pernah lagi ada antrean. Jadi, sekarang Mega bisa bernostalgia mengenang antrean yang dulu sering terjadi di masa Orde Lama.
Antre adalah budaya masyarakat modern yang menghargai ketertiban. Di negara-negara modern orang-orang selalu tertib mengantre menunggu guiliran. Di bank antre, di loket bioskop antre, di bandara antre. Nah, ibu-ibu Indonesia tidak pernah pernah antre di bank, di bioskop, atau di bandara, tapi mereka sudah belajar antre minyak goreng.
Para pebalap MotoGP yang hari-hari ini bersiap-siap untuk balapan di Mandalika pasti terkagum-kagum melihat disiplin ibu-ibu Indonesia dalam mengantre. Pantas saja Indonesia bisa membangun sirkuit kelas dunia, lha wong penduduknya begitu disiplin dan bermental baja.
BACA JUGA: Halal
Para kepala negara G-20 yang tahun ini bakal berkonferensi di Bali pasti gumun melihat tingginya budaya antre ibu-ibu Indonesia. Para pemimpin negara-negara maju itu makin yakin akan keberhasilan Jokowi dalam memimpin Indonesia.
Para pemimpin dunia itu akan mengakui dalam hati bahwa Indonesia memang layak menjadi presiden G-20. Meskipun kepresidenan G-20 hanya berlaku satu tahun dan satu periode, tapi Jokowi layak diberi tambahan satu periode atau dua periode lagi, supaya jangkap tiga periode.
Mungkin nanti Luhut Panjaitan akan menyiapkan big data untuk dipresentasikan di depan konferensi para pemimpin G-20. Luhut akan bilang bahwa ada big data yang menyatakan bahwa 120 juta orang menghendaki Jokowi menjadi presiden G-20 lagi. Karena itu aturan G-20 harus diubah supaya bisa mengakomodasi aspirasi 120 juta orang yang menghendaki Jokowi tambah periode kepresidenan G-20.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi