Berbagai laporan media internasional mengungkap perlakuan kejam dan siksaan fisik maupun psikis terhadap pelaku tindak terorisme. Salah satu laporan menyebutkan pasukan Amerika yang melakukan interograsi dengan melakukan pelecehan seksual terhadap terduga terorisme dengan melakukan sodomi. Dalam insiden lainnya tentara Amerika merusak mushaf Alquran di depan terduga teroris.
Penyiksanaan dan penghinaan di penjara Abu Ghraid menjadi skandal internasional setelah bocor ke media. Amerika kemudian mengadili tentara yang terlibat dalam penyiksanaan dan menjatuhkan hukuman militer mulai dari penurunan pangkat sampai pengurungan.
Kejahatan yang sama juga dilakukan terhadap terduga teroris yang dikumpulkan di Guantanamo atau Gitmo, sebuah kamp konsentrasi terduga teroris yang terletak di perairan Kuba. Amerika sengaja menempatkan pusat konsentrasi penanganan terorisme di luar Amerika untuk menghindri konsekuensi hukum Amerika.
Salah satu tersangka teroris yang ditahan di Guantanamo adalah Hambali dari Indonesia yang dikenal sebagai anggota Alqaidah. Hambali ditahan bertahun-tahun di kamp tertutup, dan nasibnya tidak diketahui. Tahun lalu foto Hambali di Guantanamo muncul di media disertai dengan berita mengenai perlakuan buruk yang diterima oleh para tahanan.
Operasi penanganan terorisme di Indonesia terlihat mempunyai kesamaan dengan standar operasi yang diterapkan di Guantanamo. Amerika sudah membuat template operasi, dan negara-negara lain tinggal menjalankannya sesuai SOP.
Kasus yang dialami Dokter Suradi maupun Siyono tampaknya masih akan terjadi lagi dan lagi dengan versi yang berbeda. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi