SURABAYA-KEMPALAN: Lagi-lagi muncul pesan berantai mengabarkan seseorang meninggal dunia. Kali ini menimpa Prof. Dr.Muhammad Nuh DEA, mantan menteri pendidikan dan mantan rektor ITS, yang Jumat (4/3) pagi dikabarkan meninggal dunia.
Di beberapa grup percakapan WhtasApp beredar kabar itu. Di grup percakapan wartawan senior Surabaya, misalnya. Kabar itu beredar sejak pagi dan beberapa anggota grup sempat mengucapkan belasungkawa.
Tetapi beberapa anggota lainnya meragukan berita itu. Dahlan Iskan yang ada di grup itu kemudian memosting capture, tangkapan layar, chattingnya dengan Muhammad Nuh.
”Pak Nuh, kok ada berita dikabarkan meninggal, seperti saya dulu dikabarkan meninggal,” bunyi chat Dahlan.
”Alhamdulillah, sehat walafiat. Sebagai pengingat kita pasti meninggal. Semuanya siap-siap sangunya,” tukas M. Nuh.
Chatting Dahlan dan M. Nuh terjadi pukul 09.05. Beberapa waktu yang lalu Dahlan mengalami nasib yang sama, dikabarkan meninggal.
Berita itu beredar di grup percakapan WhatsApp di kalangan wartawan yang dengan cepat menyebar ke seluruh Indonesia. Ternyata berita itu hoaks dan tidak ketahuan siapa pengirimnya.
Kabar meninggalnya Pak Nuh dibantah oleh Ali Musyafak, wartawan senior yang pernah bekerja di Harian Merdeka. Ali memosting foto rumah Pak Nuh di daerah Rungkut, Surabaya. ”Rumah Pak Nuh pagi hari ini”. Begitu caption postingan Ali Musyafak.
Tidak terlihat aktifitas apapun di depa rumah Pak Nuh. ”Alhamdulillah, Pak Nuh sehat,” komentar seorang wartawan senior lainnya. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi