Jawaban Ade Armando seolah menegaskan bahwa Prabowo dan Anies adalah ancaman bagi mereka. Karena bagi mereka, Prabowo dan Anies adalah sosok yang sulit diatur sesuai dengan kemauan mereka. Sehingga bisa dipahami dibalik isu penundaan pemilu sejatinya ada upaya untuk melakukan penghadangan terhadap Prabowo dan Anies menjadi pemimpin Indonesia, utamanya Anies.
Kelompok oligarki baru yang mulai menikmati manisnya bersama Jokowi, mulai mendorong-dorong Jokowi agar terjerumus dalam ambisi kekuasaan tiga periode atau setidaknya tergiur dengan penundaan pemilu dengan implikasi penambahan masa jabatan presiden selama dua tahun. Nampaknya presiden Jokowi mengalami kegamangan dalam menyikapi ini, meski dalam beberapa kesempatan beliau menyatakan menolak.
BACA JUGA: Jokowipun Akhirnya Akan Mendukung Anies
Kelompok oligarki baru ini bisa diindikasikan sebagai kekuatan culas yang baru bergabung di dalam lingkaran kekuasaan. Mereka bersaing dengan kelompok oligarki yang sebelumnya sudah mencengkeramkan pengaruhnya di pemerintahan.
Siapakah mereka? Mereka bisa diindikasikan sebagai kelompok pengusaha dan sekaligus sebagai penguasa. Sehingga waktu 4 atau 5 tahun adalah waktu yang pendek untuk bisa menancapkan pengaruh kekuasaannya.
Mereka adalah pemain-pemain baru oligarki yang sekarang berada dalam tampuk kekuasaan. Mereka ini adalah kelompok baru pengusaha dan penguasa. Mereka inilah yang sangat diuntungkan bila terjadi penundaan pemilu.
Beruntunglah orkestra ini belum sampai terdengar nyaring, sudah ada penentangan, dari berbagai kelompok partai politik dan masyarakat yang masih waras taat terhadap konstitusi.
BACA JUGA: Anies Melawan Kekuatan Serakah dan Jahat
Kita patut berterima kasih kepada Megawati PDIP dan Surya Paloh Nasdem yang sikapnya menolak wacana penundaan pemilu, walau sebelumnya kita juga mendengarkan sikap PKS dan Partai Demokrat yang juga melakukan penolakan.
Sikap mereka bisa dipahami sebagai sebuah perlawanan terhadap nilai feodalisme dan otoritarianisme yang mencengkeram kekuasaan.
Akankah berhenti upaya-upaya agar pemilu ditunda? Tentu tidak. Dengan uang dan kekuasaan yang dimiliki tentu mereka akan mendorong presiden bersepakat, mereka akan berupaya mencari pembenaran melalui berbagai cara. Maka jangan heran kelak bila ada survey yang mengatakan masyarakat menginginkan penundaan pemilu, atau akan ada masyarakat berdemo minta pemilu ditunda. Masyarakat diuntungkan apa kalau pemilu ditunda? Tentu ini konyol, tapi bagi oligarki baru tak penting, yang penting ada “legitimasi rakyat” untuk memuluskan niat jahat mereka menjerumuskan presiden. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi