Kamis, 30 April 2026, pukul : 08:48 WIB
Surabaya
--°C

Genosida Khojaly: Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Times, 2 Maret 1992: “Anatol Liven ditembak saat mengumpulkan informasi tentang pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Armenia. Saat kami menuruni pegunungan Nagorno-Karabakh yang tertutup salju, kami melihat mayat-mayat berserakan. Rupanya, para pengungsi ditembak saat melarikan diri …

Ketika kami kembali ke Agdam, kami melihat mayat-mayat yang dikumpulkan oleh helikopter sipil. Dua lelaki tua dan seorang gadis kecil berlumuran darah, dan tangan serta kaki mereka membeku.

Ini adalah kutipan dari reportase yang disebarkan oleh media terkemuka dunia tentang genosida pada waktu itu.

Akibat genosida Khojaly, 613 warga Khojaly, termasuk 63 anak-anak, 106 wanita, 70 orang tua, tewas, 8 keluarga hancur total, 25 anak kehilangan kedua orang tuanya dan 130 anak kehilangan satu orang tuanya. 487 orang, termasuk 76 anak-anak, terluka oleh peluru musuh. 1.275 orang disandera. Nasib 150 tawanan, termasuk 68 wanita dan 26 anak-anak, masih belum diketahui.

Kekejaman itu terjadi selama masa kepemimpinan Mantan Presiden Armenia, Robert Kocharyan dan Serzh Sargsyan yang memimpin angkatan bersenjata Armenia, melakukan semua tindakan tersebut. Akan tetapi, mereka tetap masih dibiarkan tanpa hukuman.

Sampai saat ini, Meksiko, Kolombia, Republik Ceko, Peru, Bosnia dan Herzegovina, dan negara-negara lain, serta sekitar 20 negara bagian AS telah secara resmi mengakui genosida Khojaly. Selain itu, dokumen terkait genosida Khojaly telah diadopsi di berbagai negara dan organisasi internasional, dan proses ini masih terus berlanjut.

Kami percaya bahwa negara-negara lain harus membela keadilan dan harus memberikan penilaian hukum dan politik atas tindakan genosida yang dilakukan terhadap kemanusiaan ini. Mengingat banyaknya bukti dalam kasus ini, sehingga tidak diperlukan lagi penelitian lanjutan.Tindakan genosida disaksikan oleh orang-orang di seluruh dunia, dan sudah cukup banyak informasi tentang peristiwa tersebut di media seluruh dunia.

Kami berharap kejahatan terhadap kemanusiaan ini tidak terulang lagi. Oleh karena itu, kami meminta rekan-rekan di seluruh dunia untuk lebih menyebarkan informasi tentang tindakan genosida ini dan mendukung keadilan agar bisa menang. (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.