Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 15:22 WIB
Surabaya
--°C

Covid-19 Masih Fluktuatif, Gubernur Khofifah Imbau Terus Disiplin Prokes dan Percepat Vaksinasi

SURABAYA-KEMPALAN: Setelah pada 17 Februari 2022 lalu penambahan kasus harian Covid-19 varian omicron di Jatim melampaui kasus harian tertinggi pada bulan Juli 2021, kini tren kasus mulai menurun tetapi masih fluktuatif.

Pada 17 Februari lalu, Jatim mencatat rekor tertinggi, yakni penambahan 8.977 kasus. Angka kasus harian ini mengalami penurunan sebanyak 60% pada 21 Februari, yakni 3.621 kasus. Namun, pada 22 Februari kasus harian naik lagi menjadi 7.569 kasus.

Atas fluktuasi kasus yang terjadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan (prokes) serta percepat vaksinasi. Pemerintah terus berusaha menekan laju penambahan kasus serta menyiapkan layanan kesehatan berbasis rumah sakit, rumah sakit darurat Covid- 19 maupun isolasi terpusat.

“Alhamdulillah, kini kasus Covid-19 di Jatim sudah mulai turun secara bertahap tetapi masih fluktuatif. Sehingga semua pihak harus tetap waspada disertai percepatan vaksinasi dan disiplin protkes. Semoga Covid-19 di Jatim akan selalu terkendali. Terima kasih warga Jatim yang selalu mendukung upaya pemerintah untuk dapat mengendalikan Covid-19,” kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (23/2).

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Terima 106 Ribu Sasaran Vaksin Booster dari Pemprov Jatim, Prioritaskan untuk Lansia

Khofifah juga terus mengajak masyarakat untuk melakukan percepatan vaksinasi. Karena menurutnya vaksinasi merupakan perisai yang mampu melindungi diri kita dari transmisi virus.

“Ajaklah kerabat/keluarga/sanak saudara/lingkungan sekitar untuk melakukan percepatan vaksinasi. Utamanya yang belum sama sekali mendapatkan dosis vaksinnya. Jika memang sudah vaksin dosis 1 dan 2, ajaklah untuk segera melakukan vaksinasi dosis 3,” pintanya.

Selain vaksin, perisai utama yang juga menjadi penghadang transmisi Covid-19 adalah penerapan prokes ketat. “Jangan lupa menggunakan masker yang benar dan jaga jarak. 5 M harus diperketat pelaksanaannya. Ingat Covid-19 masih bertransmisi,” ujar Khofifah.

BACA JUGA  Khofifah: Pendidikan Al-Qur'an Penting sebagai Bekal Hadapi Masa Depan

Kini meski masih terdapat penambahan kasus, lanjut Khofifah, keadaan Covid-19 di Jatim cukup terkendali. Masih dalam data yang sama, rerata tambahan Bed Occupancy Rate (BOR) di Jatim yakni 32,64% /minggu. Di mana BOR Isolasi di RS menunjukan angka 40%, untuk BOR ICU RS mencapai 34%, BOR Isolasi Terpusat (Isoter) mencapai 23% dan BOR RS Darurat Covid-19 mencapai 17%. Di mana standar WHO adalah di bawah 60%.

BACA JUGA: Tiga Kelurahan di Surabaya Terima Penghargaan Kelurahan Bersih dan Lestari dari Pemprov Jatim

Meskipun demikian, Khofifah terus mengingatkan bahwa dengan angka positivity rate yang masih cukup tinggi yakni 15,81%. Kasus masih dimungkinkan untuk naik kembali. Tampak pada 22 Februari 2022 kasus harian Covid-19 mencapai 7.568 kasus setelah sempat turun pada tanggal 21 yakni 3.621 kasus.

Khofifah mengimbau 4 pilar yang ada di desa/ kelurahan , yakni Babinsa, Babinkamtibmas, Bidan Desa, dan Kepala Desa /lurah untuk melakukan proses tracing dan testing secara optimal. Pasalnya, dalam data tercatat bahwa kapasitas testing masih terbatas.

“Saya mohon standar WHO yakni 1:15 untuk pelaksanaan tracing dan testing kontak erat harus dijadikan pedoman dan dilaksanakan berdasarkan standar,” ucapnya.

Selain itu, Mantan Menteri Sosial RI ini juga turut mengajak beberapa wilayah di Jatim yang prosentase vaksinasi dosis 2 baik umum maupun lansia serta dosis 3 (booster) dan vaksinasi anak yang masih rendah untuk melakukan percepatan. Hal ini sangat penting mengingat 92% kasus kematian di Jatim akhir akhir ini adalah kasus komorbid , lansia dan lebih dari separuh belum tervaksinasi penuh.

BACA JUGA: Omicron Terdeteksi di Jatim, LaNyalla Minta Pemprov dan Masyarakat Waspada

BACA JUGA  Catatkan 71 Pukulan, Aji Pradana Menangi Series 3 Metro Golf League 2026

“Data per 22 Februari saat ini, dari kasus yang tekonfirmasi 94.92% pasien yang dirawat rerata bergejala ringan dan pasien tidak memiliki gejala (OTG), 5% bergejala sedang dan tercatat 0.8% bergejala berat. Ini membuktikan bahwa disinilah vaksinasi dan prokes ketat mampu menekan munculnya gejala berat akibat Covid-19 ,” kata Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah memaparkan, berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 12 Tahun 2022 tentang PPKM Berlevel di Jawa-Bali menyebutkan bahwa ada 15 Kab/Kota di Jatim yang masuk dalam Kategori PPKM Level 2, sementara 22 Kab/Kota masuk dalam Kategori PPKM Level 3 dan 1 Kota masuk dalam kategori PPKM Level 4.

Lebih detilnya, Kab/Kota kategori PPKM level 2 (dua) yaitu Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Jember.

Sedangkan untuk Kab/Kota level 3 (tiga) yaitu Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lumajang, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Kediri, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sampang,Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bangkalan. Dan untuk yang level 4 (empat) yakni Kota Madiun.

Terkait kondisi PPKM berlevel tersebut, Khofifah meminta bupati/wali kota bersama Forkopimda dan seluruh elemen strategis untuk memperkuat testing, treatment, dan tracing (3T), serta memperketat pelaksanaan protokol kesehatan dan vaksinasi.

“Mohon pengetatan protokol kesehatan dan vaksinasi terus dikawal dengan baik. Mari kita sama sama menjaga transmisi yang terjadi agar kasus Covid-19 tetap terkendali,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.