Rabu, 6 Mei 2026, pukul : 20:39 WIB
Surabaya
--°C

Gagal Ikuti Tim Putri, Ini Pelajaran Yang Dipetik Tim Putra dari BATC 2022

SELANGOR-KEMPALAN: Indonesia telah gagal menyandingkan gelar juara dalam Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia (BATC) 2022. Jika tim putri mampu menyabet gelar juara setelah bisa mengalahkan Korsel 3-1 dalam partai final, maka tim putra malah hancur di tangan Malaysia.

Chico Aura Dwi Wardoyo dkk tak berdaya menghadapi tuan rumah Malaysia dan dihancurkan dalam tiga pertandingan tanpa bisa membalas. Chico, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Ikhsan Rumbay yang menelan kekalahan dalam partai final ini.

Chico dipecundangi Lee Zii Jia 21-14 12-21 10-21. Sementara pasangan Leo/Daniel menyerah do tangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21-17 13-21 18-21. Sedangkan Ikhsan menyerah dalam dua set langsung atas Ng Tze Yong 14-21 15-21.

 

Bagi Indonesia, kekalahan ini sudah menghentikan dominasi mereka di sektor putra BATC sejak kali pertama digelar. Sebab, dalam edisi-edisi sebelumnya Merah Putih selalu sukses berjaya di sektor putra.

BACA JUGA: Awali BATC 2022 dengan Sikat Hong Kong, Ini Pebulutangkis Muda yang Bersinar

’’Kita kalah secara terhormat dari Malaysia yang mengandalkan tim Piala Thomas tahun lalu,’’ ungkap pelatih ganda putra Indonesia Aryono Miranat dalam rilis PP PBSI. Benar. Malaysia di ajang ini memang turun dengan skuad Piala Thomas 2020.

Beda level dengan Chicho dkk yang menurunkan pemain-pemain pelapis. Fakta itu sendiri yang juga diakui Chico menentukan perbedaan ketika dirinya gagal mengimbangi permainan Zii Jia. Sang lawan merupakan salah satu tunggal putra terbaik Negeri Jiran tersebut.

Makanya bisa mendikte permainan Chico. ’’Saya tidak bisa keluar dari pola permainan lawan. Selain tak berkembang dan terjebak pola permainan lawan, saya juga sering membuat kesalahan dalam final,’’ tutur Chico.

BACA JUGA: Mengenal Christian Adinata – Stephanie Widjaja, Dua Pebulutangkis Penentu Kemenangan di BATC 2022

Yang mengalahkan Leo/Daniel pun bukan pasangan biasa. Pasangan Chia/Yik merupakan ganda putra Malaysia yang menyabet medali perunggu dalam Olimpiade Tokyo 2020 lalu. The Babbies (sebutan pasangan Leo/Daniel) kalah tenang. ’’Apalagi saat poin-poin kritis. Ini menjadi pelajaran penting bagi pasangan muda seperti saya dan Daniel,’’ sebut Leo.

Faktor itu belum ditambah dengan mental permainan yang sudah berat duluan ketika menembus partai final. Beban mental itu pula yang sudah ditanggung Ikhsan ketika rekan-rekannya kecolongan dalam dua partai pertama.

BACA JUGA: Dua Tim Indonesia ke Semifinal BATC 2022, Ini yang Diharapkan Dubes RI di Malaysia

Makanya dia tidak berdaya di depan Tze Yong. ’’Dari kekalahan ini saya bisa memetik pelajaran bahwa kami masih memerlukan mentalitas yang tangguh,’’ tegas pasangan berperingkat 90 BWF tersebut.

Yang jelas, dari BATC 2022 inilah pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia tersebut bisa memetik pelajaran. Sebab, tiga bulan lagi mereka akan turun dalam ajang bergengsi sesungguhnya sebagai tim juara bertahan Piala Thomas. (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.