Selasa, 23 Juni 2026, pukul : 08:10 WIB
Surabaya
--°C

Rumah Indonesia Itu Anies

Oleh: Isa Ansori (Kolumnis)
KEMPALAN: Setiap kita tentu berharap bisa memiliki rumah dan bisa mendiaminya. Secara psikologis rumah adalah sebuah tempat untuk ditinggali serta untuk melakukan sesuatu didalam rumah dengan tentram, damai, serta menyenangkan bagi penghuninya. Pengertian secara psikologis ini lebih menitikberatkan pada situasi dan suasana fisik rumah itu sendiri.

Kenyamanan penghuni rumah ditentukan oleh kondisi fisik rumah itu sendiri dan bagaimana setiap orang penghuni rumah itu mampu memberi rasa aman dan nyaman kepada semuanya.

Terlebih lagi kepada kepala rumah tangganya, kalau seorang kepala rumah tangga berwibawa dan berlaku adil serta bisa saling menghormati sebagai pondasi bangunan keluarga, maka suasana rumah akan terjaga dan terasa damai dan tentram.

Sebagai warga negara yang mendiami rumah bernama Indonesia, kita pernah merasakan betapa nyamannya tinggal dirumah tersebut, namun saat ini ada sebagian dari keluarga kita yang merasa tidak nyaman, diperlakukan secara tidak adil dan diperlakukan dengan semena-mena, hukum tumpul kepada sebagian dan tajam kepada sebagian.

BACA JUGA: Anies Menguat, Gangguan Kekuatan Jahat Meningkat

Suasana seperti itulah yang kemudian membuat terjadinya keterbelahan diantara sesama keluarga Indonesia. Mereka yang diperlakukan tidak adil dan semena-mena tentu akhirnya merasa tidak nyaman dan tindakannya kemudian melakukan kritik perbaikan kepada kepala keluarga Indonesia, namun sayangnya san kepala keluarga justru semakin menjadi-jadi dan anti kritik. Setiap keluarga yang mengkritik diperlakukan sebagai musuh dan kalau perlu setiap kritik dianggap sebagai pembangkangan yang layak dijatuhi hukuman.

BACA JUGA  Tanpa Ideologi: Negara Jadi Banci

Suasana rumah Indonesia kini semakin tidak kondusif, penuh intrik, keserakahan dan perselingkuhan dengan pihak lain yang berkepentingan merebut rumah Indonesia dan menyingkirkan sebagian anggota keluarganya.

Rumah yang seharusnya nyaman bagi anggota keluarga, kini porak-poranda dan berantakan akibat perlakuan kepala rumah yang semena-mena, ugal-ugalan dan tak peduli terhadap ketentraman anggota keluarganya.

Di tengah suasana keterbelahan, saling curiga sesama anggota keluarga Indonesia, rumah Indonesia butuh figur kepala keluarga yang berwibawa, berlaku adil, santun dan bisa memperlakukan semua keluarga dengan baik dan saling menghormati.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, telah membuktikan itu semua di Jakarta. Anies sebagai kepala keluarga (baca: Gubernur) menunjukkan semuanya. Terhadap masyarakat kecil beliau peduli dan hormat, kepada yang muda, Anies menghargai, kepada yang tua Anies menghormati.

Setidaknya Anies telah menunjukkan kemampuannya memimpin sebuah keluarga besar yang bernama Jakarta.

Ditengah situasi yang tidak menentu, keadilan yang sulit didapatkan, kesejahteraan yang timpang, kehadiran negara yang sangat lemah, kita butuh seorang pemimpin seperti Anies.

Anies tidak hanya pemimpin keluarga yang menghuni rumah bernama Jakarta, Anies sekaligus Jakarta itu sendiri. Anies mampu mengembalikan Jakarta sebagai rumah yang mengayomi semua keluarganya.

BACA JUGA: Anies: Jakarta Rumah Bersama Kita

BACA JUGA  Indonesia Disergap Kekuatan Kapitalis Cepat atau Lambat Akan Tumbang – NKRI Tinggal Nama

Kini rumah Jakarta tampak begitu indah dan memanjakan warganya.

Hadirnya Anies sebagai kepala keluarga di rumah Indonesia adalah sebuah keharusan bagi setiap orang yang mendambakan ketentraman, kedamaian dan kenyamanan. Anies adalah rumah Indonesia dan sekaligus Indonesia itu sendiri.

Tentu saja Anies tak akan bisa merawat rumah Indonesia dengan baik, kalau kita sebagai anggota keluarga tak mampu mengantarkan Anies menjadi pemimpin keluarga rumah Indonesia.

Dibutuhkan kebesaran jiwa disetiap kita yang berupaya mengantarkan Anies menjadi kepala keluarga rumah Indonesia.

Perjuangan mengantarkan Anies sebagai rumah Indonesia dan pemimpin Indonesia 2024 masih panjang, atur nafas dan energi, jangan bercerai berai, jaga persatuan dan kebersamaan, jangan ada saling curiga, jangan ada yang merasa paling memiliki, tetaplah menjadi bagian tak terpisahkan satu sama lain dan saling menguatkan. Sadarilah bahwa kita punya kekurangan dan kelebihan, kita punya masa lalu yang berbeda, alangkah indahnya kalau semua itu kita rajut menjadi sebuah energi besar yang saling melengkapi dan menguatkan. Tidak ada yang sempurna diantara kita, maka dengan saling menguatkan kita akan menjadi sempurna dan menjadi energi besar untuk perubahan Indonesia.

Perubahan itu sudah dekat, sudah didepan mata, semoga segera terjadi. Ketahuilah kawan, kita semua ini sedang menulis sejarah perubahan Indonesia 2024, tetap semangat dan bersatu untuk mengantarkan Anies menjadi rumah Indonesia. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.