Jumat, 8 Mei 2026, pukul : 16:18 WIB
Surabaya
--°C

Anies: Jakarta Rumah Bersama Kita

Oleh: Isa Ansori (Kolumnis)

KEMPALAN: Hal mendasar pembangunan sebuah kota adalah seberapa peduli kota itu pada kehidupan warganya. Jakarta sebagai ibu kota negara, pernah dikenal sebagai kota yang tak bersahabat, bahkan pernah ada pemeo sekejam-kejamnya ibu tiri tak sekejam ibu kota.

Jakarta menjadi kota yang keras dan menakutkan. Jakarta dibayangkan sebagai kota yang berlaku adagium siapa yang kuat dialah yang menang. Kondisi seperti ini berlangsung bertahun-tahun.

Razia warga yang tidak ber KTP Jakarta adalah pemandangan sehari-hari dan berlangsung bertahun-tahun. Padahal mereka yang tak ber KTP datang ke Jakarta bukan untuk membuat rusuh, mereka hanya ingin mengadu nasib di ibu kota dengan harapan bisa sukses dan bisa menghidupi keluarganya di desa dan di kampung halamannya.

Pemandangan razia warga tak ber KTP Jakarta akan sangat masif dilaksanakan saat setelah lebaran. Keadaan seperti itu berlangsung bertahun-tahun sebagai sebuah pendekatan pembangunan kota. Jakarta menjadi sangat angkuh, tak ramah bagi pendatang dan Jakarta menjadi sebuah kota yang menakutkan.

BACA JUGA: Anies Tak Bisa Dibendung Lagi

Melihat pendekatan pembangunan yang menggunakan kekerasan, melarang warga selain Jakarta mencari penghidupan, sejatinya bukanlah tipe pembangunan yang memanusiakan manusia, padahal para pendatang itu juga warga Indonesia yang berhak mencari penghidupan dimana saja termasuk juga ke Jakarta.

Anies menyadari itu semua, sehari setelah dilantik menjadi Gubernur DKI, Anies memposisikan dirinya sebagai tuan rumah yang baik, tuan rumah yang memperlakukan semua yang datang sebagai anggota keluarga. Anies mengatakan bahwa Jakarta adalah milik seluruh warga Indonesia. Jakarta adalah rumah bersama masyarakat Indonesia, Jakarta adalah rumah kita. Pemandangan bertahun-tahun yang terjadi sebelum Anies memimpin Jakarta, razia warga pendatang, Anies hapuskan semua. Anies menggunakan pendekatan yang sangat manusiawi kepada seluruh warga yang akan mencari penghidupan di Jakarta. Karena dalam pandangan Anies, mereka semua adalah pemilik rumah bersama yang bernama Jakarta. Mereka adalah keluarga.

Anies memberi ruang besar kepada seluruh warga Indonesia untuk datang ke Jakarta tanpa harus takut di razia. Bagi Anies yang terpenting adalah mereka teratur dan tertib. Anies berpandangan bahwa ketika negara belum mampu memberi sepenuhnya kebutuhan dasar warga untuk bahagia dan sejahtera, negara harus hadir dalam bentuk lain agar warga bisa mendapatkan kesejahteraan, setidaknya negara hadir dalam bentuk kebijakan yang berpihak dan memperlakukan mereka secara manusiawi.

BACA JUGA: Anies: Jakarta Rumah Bersama Kita

Keberpihakan Anies terhadap masyarakat, terutama masyarakat kecil sudah tak diragukan lagi. Selama memimpin Jakarta, Anies sudah membuktikan. Anies mampu melahirkan kesetaraan, Anies mampu memberi rasa keadilan, Anies mampu menghadirkan Jakarta sebagai kota yang demokratis dan toleran.

Anies tak boleh lagi hanya milik masyarakat Jakarta, Anies adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Nah ketika Anies mengatakan bahwa Jakarta bukan hanya milik warga Jakarta, Jakarta adalah milik seluruh warga Indonesia, Jakarta adalah rumah bersama rakyat Indonesia, itu berarti siapapun boleh datang ke Jakarta untuk bekerja dan berkarya, saat itu Anies sedang merenda takdirnya menuju jalan pemimpin Indonesia.

Anies ingin menegaskan tidak boleh ada lagi yang merasa paling memiliki, paling hebat, apalagi merasa paling Indonesia. Anies menghadirkan suasana kehidupan yang berkeluarga, setara, adil dan semua berhak mendapatkan pelayanan yang sama dari pemerintah. Rindu kami Mas Anies akan hadirnya pemimpin sepertimu.

Selamat menjemput takdirmu, Mas Anies, takdir memimpin Indonesia di 2024 dengan kesederhanaan, keadilan dan kesetaraan serta kemampuan memanusiakan warga negaranya. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.