Selasa, 28 April 2026, pukul : 16:04 WIB
Surabaya
--°C

Akhiri Pembelahan, Siapapun Wakilnya Presidennya Harus Anies

Oleh: Isa Ansori (Kolomnis)

KEMPALAN: Perjalanan bangsa merawat demokrasi mengalami pasang surut, tapi bangsa ini bisa melewati dengan baik. Pernah kita mengalami demokrasi yang sesungguhnya, saat kita meletakkan dasar bagi penataan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Potret itu terlihat suasana penyusunan naskah berbangsa yang ada di BPUPKI, perdebatan dasar berbangsa bisa dilalui dengan baik dan jiwa besar para pemimpin kita. Pengorbanan pemimpin Islam yang ada di Konstituante dengan mau menghilangkan tujuh kata pada sila pertama Pancasila di Piagam Jakarta, demi menyelamatkan persatuan Indonesia.

Suatu massa kita juga mengalami keadaan dengan model demokrasi terpimpin, saat itu bangsa mengalami perpecahan dan pergolakan. Keberpihakan pada satu kelompok menimbulkan ketidakpuasan pada kelompok lain. Pengkhianatan PKI menyebabkan bangsa ini mengalami demokrasi yang kelam.

Berganti dari pengalaman demokrasi yang kelam kita memasuki harapan baru demokrasi di massa orde Baru, namun sayangnya harapan demokrasi Baru yang lebih adil semakin lama semakin bergeser dan menjelma menjadi otoritarianisme, sehingga menimbulkan resesi dan gerakan reformasi 98.

Ada harapan baru dan keceriaan berdemokrasi paska reformasi 98, namun sayangnya demokrasi yang semestinya dijalankan sesuai dengan dasar negara UUD 1945 dan Pancasila, mengalami pembajakan melalui amandemen, ditambah lagi di era kebebasan ini, para penumpang gelap dan pengkhianat reformasi mendapatkan tempat dan previllege.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.