Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 22:20 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Optimistis Sentra Tenun di Wedani Gresik Jadi Pendorong Kesejahteraan Masyarakat

Melalui communal branding, lanjutnya, maka standar dari kualitas akan lebih terjaga. Terlebih ketika ada permintaan produk dalam jumlah yang besar, baik dari pasar dalam negeri maupun luar negeri.

“Ditambah market biasanya punya referensi warna dan desain tersendiri. Pengrajin dituntut mengikuti trend pasar. Dengan communal branding ini akan ada jaminan standar kualitasnya. Desa Devisa Wedani ini bisa dicontoh desa lain dengan ekosistem yang sudah tertata sangat baik dan sinergi yang sangat baik,” katanya.

Khofifah juga memuji semangat para pengrajin tenun di Desa Wedani ini dalam membangun sinergitas, inovasi, kreativitas dan jejaring yang luas. Baik jejaring dengan designer, bahan baku, maupun akses pasar yang luas.

BACA JUGA  Karma Instan yang Dialami Penderita NPD Sepanjang Hidup

BACA JUGA: Tindaklanjuti SE Mendikbud-Ristek, Khofifah Pastikan PTM di Jatim Menyesuaikan Ketentuan Terbaru

“Mudah-mudahan pengalaman baik Desa Devisa Wedani ini bisa menjadi inspirasi dan referensi bagi daerah lainnya,” katanya.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa tradisi menenun di Jawa Timur merupakan tradisi turun temurun yang harus terus dilestarikan. Di Desa Wedani ini sendiri sudah sampai generasi keempat. Kemudian di beberapa daerah penghasil tenun lainnya di Jatim seperti di Larangan Lamongan dan Bandar Kidul Kediri adalah generasi ketiga.

“Tidak banyak yang tahu bahwa tradisi menenun di Jawa Timur sudah dari generasi ke generasi. Dan saat ini merupakan kesempatan untuk kembali meluaskan pengenalan sekaligus memasarkan seiring dengan suksesnya pemasaran batik Jawa Timur sebagai produk budaya dan kreatif berbagai daerah,” katanya.

BACA JUGA  Kamu Bahagia, Narsisis Terluka

BACA JUGA: Penghuni Liponsos Over Kapasitas, Dinsos Kirim ODGJ ke Balai Kemensos

Ke depan, Khofifah berharap akan semakin banyak desa-desa di Jatim yang akan menjadi desa devisa.

“Potensi desa yang ada di Jatim sangat banyak. Potensi ini yang memang harus terus kita gali dan dampingi agar produknya tidak hanya disukai pasar dalam negeri tapi juga luar negeri. Dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Jatim akan terus meningkat,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.