“Jadi program desa devisa ini sangat strategis terutama dalam meningkatkan kualitas produk terutama dalam mendorong pasar ekspor. Para pelaku usaha industri tenun ini tentunya sangat terbantu bagaimana produknya mengikuti trend pasar, menggunakan merk yang sama , tetapi bisa memenuhi kualitas sesuai standard ekspor,” katanya.
“Pada akhirnya dengan adanya pendampingan seperti ini maka ekonomi masyarakat meningkat dan kesejahteraan juga ikut meningkat,” imbuhnya.
BACA JUGA: Desak Pemkot Data Ulang Penghuni Rusun, Dewan: Harus Benar-benar MBR!
Menurutnya, produk kain maupun sarung tenun yang dihasilkan di Desa Wedani ini telah diekspor ke berbagai negara. Berbagai motif khas tenun dari Desa Wedani seperti songket gunung timbul, goyor, dan corak liris sangat diminati pasar luar negeri.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah pun memuji penerapan Communal Branding yang dilakukan para pengrajin di desa ini. Di mana, mereka menggunakan merk bersama, yakni Wedani Giri Nata (WGN) yang digunakan oleh 61 pelaku industri tenun di desa ini.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi